PSP Sejarah Telusuri Jalur Rempah Era Kolonial di Banjarmasin

Banjarmasin, KP – Indonesia memiliki banyak potensi pada sektor sumber daya alam, terutama kekayaan rempah-rempah Nusantara. Kekayaan ini menjadi topik yang selalu hangat diperbincangkan diberbagai kesempatan.

Atas dasar hal itu Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Lambung Mangkurat melakukan ekspedisi jalur rempah yang diikuti oleh dosen civitas akademika dan ratusan mahasiswa/i di Sungai Martapura Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Ketua panita susur sungai jalur rempah, Mansyur S.Pd M.Hum membeberkan Banjarmasin pada masa lalu dikenal sebagai kota Venesia dari timur, sebab hampir seluruh kegiatan sosial masayarakat terjadi diatas aliran Sungai Martapura.

“Kami ingin menggali dan mengenang kembali nilai-nilai kepahlawanan, kerjasama, dan ajang bersosialisasi masyarakat Banjar yang selalu berkaitan dengan sungai yang dulunya bernama Sungai Banjar Kecil ini,” ucap pria yang kerap disapa Sammy ini.

Mansyur S.Pd M.Hum, Ketua Panitia Ekspedisi Jalur Rempah Banjarmasin

Kegiatan tersebut digelar tidak hanya untuk mengenang sejarah saja, namun juga untuk menunjukan terutama kepada generasi milenial saat ini bagaimana wajah Banjarmasin yang kekinian dengan kondisi Banjarmasin zaman dulu. “Perbedaan ini lah yang menjadi peristiwa sejarah dan akan kita angkat sebagai dinamika perubahan pada masyarakat Banjar” ia menambahkan.

Sebelumnya kegiatan tersebut resmi dibuka oleh Ketua PSP Sejarah FKIP ULM Drs. Rusdi Efendi di Siring Bekantan kota Banjarmasin. Ia menyambut baik adanya praktikum terpadu tersebut, sebab kegiatan ini akan menambah wawasan sejarah lokal bagi seorang calon guru di kawasan Sungai Martapura.

“Karena kebanyakan masyarakat hanya tahu tentang sejarah di daratan, padahal ketika abad 17 sampai 19 sungai ini adalah moda sarana transportasi utama peredaran perdagangan lada bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap agar seluruh mahasiswa yang mengikuti kegiatan jalur rempah ini bisa meresapi jejak sejarah di sungai yang akan mereka lalui.”Karena sungai adalah sarana yang paling penting bagi masyarakat Banjar,” tegas Kaprodi PSP Sejarah ini.

Kepala Prodi Sejarah FKIP ULM

Adapun rute kegiatan tersebut mulai dari Siring Bekantan menuju Pelabuhan Lama Banjarmasin yang pada awal abad 19 menjadi pelabuhan utama kapal belanda untuk mengangkut rempah ke benua eropa, sampai dengan kepelabuhan Terminal Martapura Baru sebagai pelabuhan rakyat yang masih bertahan hingga saat ini dan mempunyai nuansa lokal yang khas dengan perahu-perahu Phinisinya.

Windi Indah mahasiswa PSP Sejarah Fkip ULM mengungkapkan dirinya mengikuti kegiatan itu agar bisa lebih mengetahui seperti apa sisi lain kota Banjarmasin yang belum pernah ia lihat, “pengalaman luar biasa yang mana dulu hanya bisa membacanya lewat buku, tetapi sekarang bisa melihat langsung bagaimana keadaan sungai yang dulunya menjadi pusat perdangan rempah di Banjarmasin,” katanya. (Zai/KP0-2)

Loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

loading...