RS Sultan Suriansyah Kejar Akreditasi 2020

Banjarmasin, KP – Dinas Kesehatan kota Banjarmasin terus melakukan perbaikan dan kekurangan kebutuhan RSUD Sultan Suriansyah mendapatkan akreditasi dasar.

Langkah ini dilakukan supaya RSUD Sultan Suriasyah bisa bekerjasama dengan BPJS dalam mempermudah masyarakat yang ingin berobat menggunakan kartu BPJS.

Kepala dinas Kesehatan, dr H Machli Riyadi SH menyampaikan hingga sampai saat ini pihakya tengah lakukan penyiapam berkas dokumen perlenkapan administrasi untuk bisa mendapatkan akreditas.

Bahkan, ujar Machli, kalau RSUD Sultan Suriansyah telah memenuhi berbgai pesyaratan akreditasi, salah satunya memilikki 25 dokter spesialis dan 130 bed.

“Terus terang memang semua fasilitas standar rumah sakit kelas c sudah memenuhi syarat,”papar Machli kepada awak media, Sabtu, (9/11/2019).

Bahkan, ujarnya, saat ini penilaian untuk medapatkan akreditasi, telah dilakukan tim dari Komite Akreditas Rumah Sakit (KARS), yang diharapkan di Desember 2019 nanti akreditasi Rumah sakit kebanggaan kota Baiman tersebut bisa keluar.

Berita Lainnya
1 dari 1.781
Loading...

Jadi diharapkan paling lambat di awal 2020 mendatang, pasien yang ingin menggunakan BPJS sudah bisa dilayani di RSUD Sultan Suriansyah.

Harapan yang sama juga disampaikan Wali kota Banjarmasin H Ibnu Sina, bisa lolos akreditas agar pelayanan terhadap masyarakat bisa lebih maksimal.

Terlebih tambahnya saat ini progress dari pembangunan gedung baru itu sudah berjalan sekira 60 persen, yang ditargetkan Desember nanti, pembangunan gedung tersebut sudah selesai.

“Lantainya sudah selesai tinggal, jadi finishing dan mudah-mudahan di Desember ini bisa selesai sesaui target kita,” katanya.

Khusus menjawab pertanyaan bagaimana mengantipasi biaya operasional rumah sakit jika sudah bekerjasama dengan BPJK dalam mengatasi pembayaran sistim hutang? Menurut Machli, pihaknya sudah menggadeng perbangkan agar tak akan menganggu kegiatan dalam memberikan pelayanan Rumah Sakit kedepannya.

“Kita sudah antisipasi mengingat bunga bank dibawah 7 persen sehingga dari pada tak bisa operasional dan akhirnya dimatangkan lebih dahulu sejak awal dalam menyelesaikan operasional rumah sakit kedepan,’’demikian Kepala dinas Kesehatan, dr H Machli Riyadi SH.(vin/K-5)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya