Meski Sering Ditertibkan Lapak Pedagang Pasar Lama Kembali Semraut

SEMRAUT - Pedagang Pasar Lama tampaknya sulit ditata, meski pihak Satpol PP sudah seringkali melakukan razia terhadap tempat berjualan pedagang yang memakan bahu jalan serta memasang terpal, sehingga membuat pasar tersebut terkesan semraut. (KP/Amir)
2.303

Banjarmasin, KP – Upaya Pemko Banjarmasin melalui Satpol PP menertibkan Pedagang Kaki Lima(PKL) Pasar Lama tampaknya sia-sia. Pasalnya, meski sudah sering kali dilakukan penertiban, PKL masih saja membandel dengan menggelar dagangan hingga ke bahu jalan.

Pantauan KP, suasana semraut kembali terlihat di sepanjang lokasi Pasar Lama. Pemandangan itu terjadi lantaran PKL kembali menggunakan bahu jalan dan memasang terpal atau tenda untuk menggelar dagangan mereka.

Padahal, ketika Satpol PP beberapa kali melakukan penertiban susana lengang, nyaman dan terlihat bersih bisa dirasakan oleh masyarakat bila ingin berbelanja keperluan sehari-hari di salah satu pasar tua di Banjarmasin itu.

Namun sayangnya karena pedagang membandel mereka kembali menggelar dagangan di bahu jalan. Mereka juga memasang terpal atau denda, sehingga membuat Pasar Lama kini kembali terlihat semraut.

“Akibatnya arus lalulintas jalan Pasar Lama sebagai salah satu jalan alternatif yang semula lancar setelah dilakukan penertiban kini kembali semraut dan macet. Kondisi ini tambah diperparah dengan banyaknya becak yang parkir sembarangan menunggu penumpang,’’ keluh seorang ibu yang sedang berbelanja.

Ibu rumah tangga bernama Susilawati kepada {{KP}} Minggu (1/12), menilai kelancaran arus lalulintas Jalan Pasar Lama sangat penting, karena sebagai jalan alternatif bagi pengendara dari arah Jalan Masjid Jami atau Antasan Kecil Barat dan Antasan Kecil Timur untuk menunju arah Jalan Sudirman atau Jalan Kampung Melayu.

“Sementara Jalan Sulawesi yang selama ini dijadikan jalan penghubung di kawasan itu sering mengalami macet,’’ ujarnya.

Menangapi kembali semrawutnya Pasar Lama, Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Banjarmasin, Mathari mengatakan, merespon positif terhadap sikap tegas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) yang dalam beberapa waktu telah berupaya melakukan penertiban. Apalagi jika tujuannya untuk menata dan mengatasi masalah kemacetan arus lalulintas kota ini.

Namun demikian, terlepas upaya penertiban yang telah dilakukan Satpol PP itu, Mathari berharap, perlu adanya kesadaran serta partisipasi dari berbagai pihak. Khususnya dari PKL itu sendiri dalam mematuhi aturan.

Masalahnya, tidak jarang sebuah kawasan yang sudah beberapa kali ditertibkan kembali kumuh, semraut. “Seperti halnya Pasar Lama, padahal pihak Satpol PP sudah seringkali melakukan penataan dan penertiban tempat berjualan pedagang di kawasan itu,’’ ujarnya.

Ditegaskannya, sikap tegas dari Satpol PP untuk menegakan aturan dalam menertibkan PKL memang sangatlah dituntut. Sebaliknya, sikap tegas itu hendaknya juga didukung oleh kesadaran PKL dalam menciptakan lingkungan pasar tidak terkesan semraut, terlihat bersih, tertata dengan baik dan tidak sampai menganggu kelancaran arus lalulintas.

Lebih jauh menyikapi sikap dan prilaku PKL Pasar Lama yang terkesan tidak mengindahkan penataan dan ketertiban, Mathari mengusulkan untuk mengantisipasi hal tersebut Satpol PP perlu untuk mendirikan pos penjagaan di kawasan tersebut. (nid/K-5)

Loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

loading...