2020 Disporpar Akan Tambah Fasilitas Di Bukit Batu Melalui Dana DAK

KASONGAN,KP- Dinas pemuda olah raga dan pariwisata (Disporpar) Katingan akan menambah berbagai fasilitas dilokasi wisata bukit batu Kasongan melalui dana alokasi khusus (DAK) pada tahun 2020 ini mencapai Rp. 3 milyar lebih.

” apabilan menunggu dana APBD tentunya tak mencukupi karena banyak yang harus dibiayai seperti kesehatan, pendidikan dan dana desa, untuk itu kita berupaya mengajukan proposal ke pemerintah pusat dan bersyukur mendapat anggaran Rp.3 milyar guna penambahan berbagai fasilitas dilokasi wisata bukit batu kasongan,” kata Kepala Dinas Pemudan, olahraga dan pariwisata, Drs Mido S.Mahar, kepada wartawan Rabu (15/1/2020) di Kasongan.

Dikatakan Mido dana DAK yanh diberikan pemerintah pusat dalam rangka mendukung program kegiatan pariwisata di Kabupaten Katingan, khususnya dilokasi wisata bukit batu Kasongan.” Dana DAK diberikan oleh pemeritah pusat ini, karena usulan yang disampaikan ke pusat itu memenuhi standar persyaratan yang diminta oleh pemerintah pusat.” ucap Mido.

Dia juga berharap, meski keterbatasan anggaran, Pemkab Katingan diharapkan dapat menyisihkan sebagian anggaran yang ada guna peningkatan sarana prasaran penunjang pariwisata diderah.

Berita Lainnya
1 dari 460
Loading...

” yang jelas tahun 2020 ini melalui dana DAK pusat itu, kita benahi dan kita tambah sarana dan prasaran penunjang di lokasi wisata bukit batu,” terangnya.

Dengan demikian, Dirinya juga berharap seiring dengan peningakatan sarana dan prasarana di bukit batu Kasongan akan berpengaruh pada peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) sektor pariwisata. “paling tidak dalam satu tahun mendapat PAD sebesar Rp.500 juta dari retribusi masuk tempat wisata itu,” timpalnya.

Diakuinya, bahwa selama ini di Katingan banyak tempat atau obyek wisata yang belum dikelola secara maksimal, seperti Riam Mangkikit dan Danau Mare diKecamatan Katingan Tengah, Punggu Alas di Kecamatan Kamipang serta Dusun Budaya Bentung di Kecamatan Katingan Hilir.

” kita menyadari untuk mengelola semua itu diperlukan anggaran cukup besar dan pemberdayaan masyarakat dalam mengelola pariwisata di daerah,” timpalnya. (Isn/K-8)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya