DLH Tanbu Sosialisasikan Penggunaan Alat Biodigester ke SMPN 2 Sungai Loban

Batulicin, KP – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menginisiasi pengadaan biodigester kepada tiga sekolah di Kecamatan Sungai Loban Selasa, 14/1 tadi.

Ini dilakukan  sebagai upaya untuk mendorong pemanfaatan sampah organik di lingkungan sekolah yang masih belum bisa diuraikan sendiri.

Kasubbid Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Tanah Bumbu, Siti Fatimah pada sesi sosialisasi penggunaan alat biodigester menyampaikan, ini merupakan langkah  yang pertama dilakukan ke sekolah, sekaligus sebagai bentuk apresiasi kepada sekolah yang berhasil meraih predikat adiwiyata tingkat kabupaten dan tingkat provinsi tahun 2019 lalu. 

Untuk mempercepat aktivator lanjut Fatimah, akan lebih bagus jika dimasukkan kotoran sapi basah atau janjang sawit terlebih dahulu. Kotoran sapi yang tercampur air, dibiarkan selama dua minggu untuk menghidupi mikroba di dalamnya, minggu ketiga gas dibuang, setelahnya penggunaaan gas baru dapat dimanfaatkan pada minggu keempat.

Berita Lainnya
1 dari 1.178
Loading...

Gerakan yang dilakukan oleh DLH lanjut Fatimah, ini merupakan gambaran sederhana yang masih bisa dikembangkan secara lebih inovatif, selain itu ini, salah satu wujud untuk mengembangkan program sekolah adiwiyata. Media pembuatan biodigester sangat terjangkau dengan biaya berkisar Rp 300 ribu bisa terus berkembang, namun memberikan manfaatnya sangat banyak dalam kehidupan, karena penguraian sampah organik tidak terpakai mampu menghasilkan gas dan energi ramah lingkungan.

Seusai penyerahan, Kepala SDIT Dhia El Widad, Eko Supian mengatakan, dengan bantuan biodigester, akan menambah semangat untuk merubah paradigma tentang limbah sampah organik. Yang sebelumnya sampah dibuang begitu saja, kini banyaknya sisa-sisa makanan di sekolahnya dapat dimasukkan ke dalam alat biodigester.  

Keberadaan biodigester bisa menjadi sarana pendukung dalam upaya SDIT Dhia El Widad untuk meningkatkan kapasitas lingkungan sekolah yang bersih, sehat dan asri dalam mengikuti program penilaian sekolah adiwiyata tingkat Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2020. Adapun

Alat biodigester ini berkapasitas 70 liter kubik dapat menguraikan sampah organik berupa limbah makanan, sampah taman seperti daun kering dan rumput, serta kotoran sapi untuk diolah menjadi biogas dan pupuk cair.

Serah terima Alat ini dilakukan di Mushola SDN 1 Sari Mulya Kecamatan Sungai Loban, dari Dinas Lingkungan Hidup Tanah Bumbu diwakili Kasubbid Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup, Siti Fatimah kepada perwakilan tiga sekolah yakni SMPN 2 Sungai Loban, SDN 1 Sari Mulya dan SDIT Dhia El Widad pada Selasa, 14 Januari 2020. (han)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya