Melindungi Generasi Muda Dari Maraknya Prostitusi

252

Oleh : Widya Paramita
Pemerhati Masalah Generasi Muda

Sudah menjadi rahasia umum bahwa Negara kita Indonesia tak luput dari masalah prostitusi. Bahkan sudah sejak dulu masalah ini ada, namun nampaknya tak ada solusi yang diberikan oleh negara. Sedih rasanya jika kita melihat berita-berita di media, peristiwa-peristiwa yang sama dan serupa hampir terjadi berulang kali, salah satunya yaitu prostitusi ini. Bahkan di Banjarmasin, ibukota Provinsi Kalimantan Selatan yang dikenal sebagai kota yang religius ini pun tak luput dari prostitusi ini. Seperti di kutip pada laman Kalsel.prokal.co, ada sebuah artikel yang diterbitkan pada tanggal 23 Desember 2019 yang lalu, disana diceritakan kisah salah seorang remaja berusia 17 tahun yang sudah terjerumus ke jurang prostitusi, dan setiap jam 10 malam dia pergi ke Pasar Ujung Murung untuk mencari lelaki hidung belang yang ingin mengajaknya berkencan.

Namanya disamarkan menjadi “Rose’’, dia cuma lulusan SMP dan orang tuanya hanya bekerja sebagai buruh serabutan, bahkan demi melakukan pekerjaan haramnya itu, dia rela tidak tinggal dalam satu atap bersama kedua orang tuanya dan lebih memilih untuk tinggal sendiri di kos. Bahkan dia bilang kedua orang tuanya pun sudah tidak terlalu mementingkan masalah pendidikannya lagi. Kedua orang tuanya pun juga tidak mengetahui pekerjaan yang sedang dilakukan oleh Rose ini, cuma adiknya yang kelas V SD saja yang tahu, dan melalui adiknya inilah ia selalum enitipkan uang untuk diberikan kepada keluarganya. Sungguh miris ketika membaca berita tersebut.

Dikutip dari laman yang sama, Walikota Banjarmasin

Ibnu Sina mengaku geram saat mengetahui bahwa ternyata di kota Banjarmasin banyak anak-anak remaja yang telah terjerumus ke jurang prostitusi ini. Dan beliau mengaku siap untuk memeranginya dan tak akan tinggal diam. Faktor utama yang membuat anak-anak remaja ini melakukan tindakan haram tersebut ternyata karena masalah ekonomi. Perekonomian yang tidak mencukupi pun dianggap menjadi salah satu masalah besar dan harus diselesaikan dengan jalan mencari pekerjaan yang mudah mendapatkan uang banyak.

Rasanya susah sekali untuk kembali menyatakan bahwa Banjarmasin adalah kota yang religius semenjak mengetahui bahwa ternyata prostitusi di kota ini terus berkembang bahkan anak-anak generasi mudalah yang terjun ke dunia haram ini. Sungguh sangat disayangkan. Karena memberikan label religius itu bukanlah hal yang sembarangan, namun juga harus ditunjukkan dengan tindakan warga Banjarmasin itu sendiri.

Dikutip dari laman yang sama juga ada salah satu artikel yang mana di situ tertulis bahwa Psikolog mengatakan factor ekonomi ini hanyalah salah satu penyebabnya saja, tetapi ada penyebab lain yaitu sudah hilangnya rasa takut terhadap dosa yang akan Allah berikan bagi hamba-Nya yang berbuat maksiat. Ini memang benar, maraknya berbagai jenis maksiat sudah sering ditemukan di Banjarmasin, seperti aborsi, berzina, pacaran, bahkan L6BT pun juga ada. Ini semua diakibatkan karena sudah terkikisnya aqidah umat Islam, sudah hilang rasa takutnya kepada Allah Yang Maha Mengetahui segala sesuatu. Ini juga diakibatkan ummat Islam hanya mengambil ajaran Islam sebagian saja, yang mana ketika sudah melaksanakan shalat lima waktu maka sudah cukuplah baginya.

Padahal Islam itu bukan hanya sekedar perkara shalat, namun Islam mengatur seluruh aspek kehidupan manusia. Padahal, Allah SWT sudah menjamin rezeki setiap manusia. Yang jadi masalahnya adalah apakah kita ingin menjemput rezeki itu dengan jalan yang halal ataupun dengan y
ang haram. Kitalah yang memilihnya. Jika kita ingin mendapatkan rezeki yang halal, maka jalan kita untuk menjemput rezeki tersebut juga haruslah halal, tidak bisa kita menginginkan keberkahan dalam rezeki yang kita jemput dengan jalan yang haram. Sekalipun kita niatkan rezeki itu akan dibagi ke keluarga, tetapi tetap saja tidak ada keberkahan dalam rezeki tersebut.

Pasti sudah tidak asing lagi kita mendengar berita aborsi, perzinaan, pacaran, pedofilia, pemerkosaan di Negara ini. Karena hal tersebut terus saja terjadi dan terjadi lagi. Seharusnya ketika menyadari bahwa ini bukanlah perkara yang bisa dianggap enteng, Negara haruslah menjadi nomor satu yang bisa memberantas perbuatan maksiat ini. Karena Negara adalah yang paling memiliki wewenang dan bertanggungjawab juga atas masalah ini dalam masyarakatnya. Tapi faktanya ternyata tidak seperti yang diharapkan, saat ini prostitusi dan tindakan haram lainnya terus saja berkembang di Negara ini dengan mudahnya. Ini disebabkan karena lemahnya hukum yang diterapkan dalam negaraini. Jika saja hukum yang diterapkan adalah hukum yang langsung berasal dari Allah, maka sudah pasti Insyaa Allah akan sangat mudah untuk memberantas semua aktivitas haram tersebut.

Jika membahas ini, teringat kembali dengan sebuah kisah sejarah, ada seorang Muslimah yang datang ke pasarnya orang Yahudi Bani Qainuqa. Dia duduk di dekat pengrajin perhiasan. Tiba-tiba beberapa orang di antara mereka hendak menyingkap kerudung yang menutupi wajahnya. Diam-diam tanpa diketahui Muslimah tersebut, pengrajin perhiasan ini mengikat ujung jilbabnya, dan ketika ia bangkit, auratnya seketika itu juga tersingkap. Muslimah ini spontan berteriak dan seorang laki-laki Muslim yang berada di dekatnya melompat ke pengrajin perhiasan itu dan membunuhnya. Orang-orang Yahudi kemudian membalas dengan mengikat laki-laki Muslim tersebut lalu membunuhnya.

Kejadian ini membuat kesabaran Rasulullaah SAW habis ketika sebelumnya mereka berupaya mengadu domba Aus dan Khazraj sehingga hampir saja di antara kedua suku ini terjadi peperangan, mengganggu kaum Muslimin dan mengabaikan nasihat Rasulullaah SAW . Rasulullaah SAW bersama pasukan kaum Muslim berangkat menuju tempat Bani Qainuqa dan mengepung mereka dengan ketat. Bani Qainuqa yang pongah dan sombong ini akhirnya bertekuk lutut dan menyerah setelah dikepung selama 15 hari. Allah SWT memasukkan rasa gentar dan takut ke dalam hati orang Yahudi ini.

Lihatlah bagaimana dulu Islam begitu memuliakan seorang perempuan. Ketika Islam diterapkan dalam sebuah negara, maka kehormatan perempuan akan terjamin. Sebagaimana cerita di atas, ketika ada seorang Muslimah yang tersingkap dan auratnya terlihat karena perbuatan orang Yahudi, maka Negara akan melindunginya. Maasyaa Allah betapa senangnya perempuan yang hidup dalam negara Islam.

Harapan kita bersama adalah pastinya ingin mengakhiri segala aktivitas haram seperti prostitusi ini. Dan contoh terbaik dalam bernegara dan mejaga masyarakatnya adalah tak lain, yaitu Rasulullah SAW. Dulu Rasulullah menerapkan Islam sebagai sebuah ideologi negara, menjalankan semua hukum Allah, menghukumi orang-orang yang berbuat maksiat sesuai dengan syari’at Islam. Inilah seharusnya yang harus di contoh oleh kaum Muslimin. Semoga kelak kita akan kembali merasakan indahnya berada dalam naungan negara Islam. Wallahu ‘alam bishshawwab.

Loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

loading...