Puskesmas Pasar Sabtu Fokuskan 10 Desa Prioritas Stunting

Amuntai, KP – Dalam upaya penanganan masalah stunting, Puskesmas Pasar Sabtu Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) untuk tahun 2020 salah satunya akan mefokuskan sebanyak 10 desa yang berada di wilayahnya.

“10 desa lokus stunting jadi prioritas kami, “, ungkap Kepala UPT Puskesmas Pasar Sabtu, Nazhan Hadi.

Dijelaskannya salah satu upaya untuk menangani masalah stunting tersebut, pihaknya mengusulkan pembuatan WC khususnya bagi Desa Rantau Bujur Darat sebagai salah satu desa yang menjadi priortitas.

Mengenai program penanganan stunting di wilayahnya. Menurutnya dari 17 desa di kecamatan ini, 10 desa di antaranya terdapat jumlah anak stunting terbanyak.

Nazhan ?bakal melakukan Stop BAB sembarangan di desa ini dengan solusi memberikan bantuan pembuatan WC dan tempat cuci tangan dengan sasaran utama adalah rumah tangga yang memang belum memiliki WC dan ada anak stunting dengan syarat warga harus berkomitmen untuk tidak BAB sembarangan.

“Tapi warganya wajib berkomitmen Stop BAB sembarangan dan menghilangkan jamban sungai,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Rantau Bujur Darat Marfa’i mengapresiasi langkah UPT Puskesmas Pasar Sabtu dalam menangani stunting di desanya. Ia menyebutkan jumlah stunting di desanya sebanyak 32 orang dan rata-rata tidak memiliki WC. Umumnya warga menggunakan jamban sungai untuk BAB.

“Syukur alhamdulillah UPT Puskesmas memberi perhatian ?kepada warga kami dengan mengusulkan desa kami agar diberi bantuan pembuatan WC bagi keluarga stunting,”. Ungkap Kades.

Terkait komitmen? penghapusan jamban sungai untuk BAB dan diistilahkan BAB sembarangan. Ia menyatakan dengan tegas kesiapannya dan Stop BAB sembarangan. (nov/K-6)

Loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

loading...