Tercemarnya Sungai Dewan Minta Pengolahan Limbah Ditingkatkan

Banjarmasin, KP – Wakil Ketua DPRD Kota Banjarmasin, HM Yamin menyatakan kekhawatirannya terhadap terus memburuknya kualitas air sungai di daerah ini akibat tercemar logam berat, bakteri ecoli dan bebagai limbah berhaya lainnya.

Terakhir sebagaimana temuan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin, adanya perusahaan penumpukan oli yang membuang oli bekas ke Sungai Martapura, ujarnya HM Yamin kepada KP usai bermain olahraga futsal dengan wartawan pres room DPRD Kota Banjarmasin, Sabtu (11/1) malam.

HM Yamin berpendapat, guna mengantisipasi semakin tercemarnya air sungai dan sangat berdampak terhadap kelestarian lingkungan tersebut, selain memberikan sanski tegas melalui penegakkan hukum salah satu program yang kini mendesak harus ditingkatkan adalah perlunya peningkatan program penanganan sanitasi .

Seperti melalui ketersediaan sarana layanan air limbah di seluruh wilayah Kota Banjarmasin, katanya, seraya mengatakan, sesuai Rencana Program Jangka Menengah (RPJM), Kota Banjarmasin minimal memiliki 15 titik Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Bahkan hingga kini baru punya 7 titik. Yaitu IPAL di Jalan Lambung Mangkurat tepat samping Kantor DPRD Kota Banjarmasin, IPAL Pekapuran Raya, IPAL di kawasan Jalan HKSN, IPAL Lingkar Basirih, IPAL Jalan Sultan Adam dan IPAL kawasan Sungai Andai.

Pimpinan dewan dari Partai Gerindra ini mengemukakan, pemerintah pusat sudah mengintruksikan seluruh pemerintah kabupaten/kota di seluruh Indonesia untuk meningkatkan Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP) yang meliputi 3 sasaran target skala prioritas..

Berita Lainnya
1 dari 1.747
Loading...

Ketiga target itu adalah, pertama stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) dan buang limbah berbahaya ke sungai , kedua pengurangan timbunan sampah dari sumbernya dan penanganan sampah yang berwawasan lingkungan dan ketiga adalah meningkatkan pembenahan drainase untuk pengurangan genangan.

HM Yamin mengatakan, kerjasama antara Pemko Banjarmasin dengan Pemerintah Australia beberapa waktu untuk membangun akses sanitasi masyarakat yang terpusat melalui program aAIIG (Australia Indonesia Insfrastruktur Grand Phase) melalui pendanaan AusAid (Australia Agency for Internasional Develoment), harusnya dilanjutkan..

Sebelumnya menyusul semakin menurunnya kualitas air sungai akibat tingginya pencemaran, juga menjadi kekhawatiran PDAM Bandarmasih Banjarmasin. Betapa tidak, karena PDAM dalam mengolah air bersih menjadikan sungai sumber air baku.

Sementara kualitas sungai yang menjadi sumber air baku bagi PDAM Bandarmasih terus mengalami pencemaran akibat logam berat maupun bakteri ecoli dan limbah lainnya. Belum lagi masalah airnya keruh pada saat musim hujan dan tingginya kadar garam pada saat musim kemarau karena masuknya interusi air laut., kata Direktur Utama PDAM Bandarmasih, Ir Yudha Achmadi kepada {KP} beberapa waktu lalu.

Yudha Achmadi mengemukakan, memburuknya kualitas air sungai akibat pencemaran berbagai limbah berbayah dan beracun sangat berdampak terhadap tingginya biaya yang harus dikeluarkan dalam mengolah air bersih.

Dijelaskannya, PDAM Bandarmasih selama ini dalam memproduksi air bersih selaian yang mengandalkan tiga sumber air baku, yaitu Irigiasi Riam Kanan dan Sungai Tabuk dan sebagian diambil dari Sungai Martapura. (nid/K-5)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya