Dinakhodai Hj Sunarti, FJP Kalsel Harus Jadi Garda Terdepan Berkontribusi Pembangunan

Banjarmasin, KP – Kini eksistensi jurnalis perempuan, sejatinya tak kalah dengan jurnalis dari kalangan kaum Adam. Hanya saja, dibutuhkan wadah untuk semakin memunculkan keberadaan mereka di dunia perburuan berita.

Di Kalimantan Selatan, kini keberadaan wartawan dari kaum Hawa mulai memberanikan diri tampil di publik secara terorganisir. Ini seiring dikukuhkannya Forum Jurnalis Perempuan (FJP) Kalsel oleh Sekjen JFP Pusat, Khairiah Lubis pada Minggu, 9 Februari 2020.

Di bawah pimpinan Hj Sunarti, FJP Kalsel optimis bisa lebih eksis dan mampu bersaing secara kualitas. Pemimpin Redaksi Kalimantan Post ini didaulat menjadi Ketua FJP Kalsel untuk periode 2020-2023.

FJP Kalsel sendiri merupakan cabang ke-10. Dinakhodai Hj Sunarti, FJP Kalsel juga dihuni wartawati senior di Banjarmasin, baik dari media cetak, televisi, radio serta online.

Beberapa di antaranya bahkan juga berstatus sebagai pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalsel.

“FJPI sendiri merupakan organisasi yang menaungi jurnalis perempuan di Indonesia. Saya tentunya merasa bangga dapat dipercaya oleh FJPI Pusat untuk dmembentuk dan memimpin organisasi ini di Kalsel,” tutur Hj Sunarti, Senin (10/2/2020).

Selain dapat menjadi wadah berkumpulnya para jurnalis perempuan di Kalsel, FJP diharapkan dapat memberikan manfaat yang besar bagi pemerintah daerah maupun masyarakat.

“Saya ingin FJPI Kalsel hadir untuk dapat ikut berkontribusi dalam berbagai publikasi yang dapat mendorong stakeholders terkait untuk mau ikut berbuat dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang terkait dengan masalah anak dan perempuan,” paparnya.

Berita Lainnya
1 dari 1.026

Karena itu, lanjut Sunarti, FJPI tidak hanya menjadi organisasi perkumpulan biasa, namun dapat hadir untuk menjadi salah satu garda terdepan dalam ikut menyelesaikan berbagai masalah anak dan perempuan yang ada di Kalsel.

Sebelumnya Sekjen FJP Khairiah berharap kiprah FJP Kalsel memberikan manfaat bagi daerah ini, melalui kontribusinya di bidang informasi.

“Pengukuhan ini akan disusul dengan penerbitan Surat Keputusan (SK) untuk kemudian dilakukan pelantikan,” imbuhnya.

Menurut Khairiah, keberadaan FJK bukan di bawah atau di sisi PWI, melainkan untuk memperkuat posisi jurnalis perempuan dalam mengemban tugas peliputannya.

Ia menyebut FJP yang didirikan sejak 2007, dalam menjalankan organisasi tidak menggunakan dana dari pemerintah baik melalui APBN atau APBD.

“Kita menjalankan program melalui kerja sama sama baik dengan instansi pemerintah maupun swasta. Ini berbeda dengan PWI,” pungkasnya.

Susunan Kepengurusan FJP Kalsel
Ketua : Sunarti Suwarno
Sekretaris : Ratna Sari Dewi (TVRI)
Bendahara : Annisa Raudah (Radar Banjarmasin)

Divisi Humas : Dina Qomariah (TVRI)
Divisi Diklat : Nanik Hayati (CNN)
Divisi Organisasi : Nurhikmah Dini (Radio Abdi Persada)
Divisi Hukum dan HAM : Elsya Pratiwi (Duta TV)
Divisi Perempuan dan Anak : Ulul Maskuriah (LKBN Antara).(zai/KPO-2)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya