Faperta UPR Kembangkan Pertanian Terpadu

Rektor UPR Dr.Andrie Elia Embang saat berada di area rencana kawasan pengembangan pertanian terpadu. (kp/darity).
169

Palangka Raya, KP – Universitas Palangka Raya (UPR), terus melakukan berbagai upaya meningkatkan akreditasi, tidak terkecuali Fakultas Pertanian (Faperta) melalui pengembangan kawasan pertanian terpadu.

Dekan Faperta UPR, Dr Ir Sosilawaty MP, melalui Wakil Dekan Bidang Akademik Faperta UPR, Dr Nyahu Rumbang MP ketika dikonfirmasi Rabu (12/02) di Palangka Raya, membenarkan hal itu.

Saat ini Faperta UPR sedang giat-giatnya mengupayakan, dan meningkatkan akreditasi dari masing-masing prodi yang ada di bawah Faperta UPR, terangnya.

Diakuinya Progran Study (Prodi) yang telah memiliki akreditasi B, diantaranya agroteknologi, agribisnis, kehutanan, budidaya perairan, manajemen sumberdaya perairan, teknologi hasil perikanan, peternakan.

Sedangkan, untuk prodi yang masih memiliki akreditasi C, ialah prodi Teknologi Industri Pertanian yang memang prodi baru, dengan akreditasi bawaannya, jelas Dr Nyahu Rumbang yang juga selaku ketua tim pengembangan kawasan pertanian terpadu UPR ini.

Pengembangan kawasan pertanian terpadu UPR ini, maka akan menjadi wadah edukasi dari mahasiswa Faperta UPR, sekaligus pula menjadi inkubator bisnis, dan adanya anjuran dari Kemenristekdikti, yang menginginkan pada setiap perguruan tinggi, bisa memiliki inkubator bisnis.

Diharapkan kawasan itu menjadi wadah mahasiswa belajar dan mempraktikkan ilmu yang diperoleh, selama di perkuliahan.

Disisi lain akan menjadi tempat mengajarkan para mahasiswa bisa untuk menjadi seorang enterpreneur (berwirausaha), pada sektor usaha pertanian, perikanan, perkebunan dan kehutanan.

Keberadaan pertanian terpas ketika nanti ada tim asesor melakukan peninjauan, maka sudah pasti kami akan membawa tim ke lokasi itu, untuk melihat secara langsung, semua aktifitas yang dilakukan oleh Faperta UPR.

Hal penting lainnya dalam mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM), lulusan dari Faperta UPR, agar bisa memiliki kemampuan, keterampilan, handal dan memiliki daya saing.

Ditanya kendala yang dihadapi masalah keterbatasan anggaran, meski demikian akan terus diupayakan pengembangan kawasan pertanian terpadu UPR, akan terus berjalan.

Kawasan pertanian terpadu juga merupakan wujud nyata keseriusan UPR, melalui Faperta UPR, untuk mendorong sebagai perguruan tinggi menjadi pusat kajian gambutj. (drt/K-10)

Loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

loading...