Harga Gula Makin Manis, Stok Menipis

Kenaikan harga gula sudah menembus hingga diangka Rp13.500 sampai Rp15.000 perkilo harga tersebut sudah jauh melebihi dari Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh Pemerintah, yakni sebesar Rp12.500 perkilonya

BANJARMASIN, KP – Kepala Bulog Divre Kalimantan Selatan Arif Mandu, membenarkan jika stok gula makin berkurang, sehingga harganya kembali melambung disejumlah pasar.

“ Kita harapkan mudah-mudahan permintaan impor gula oleh Bulog secepatnya ijinnya bisa terbit dan kita didaerah siap melaksanakan saja karena semua adalah wewenangnya pusat,” jelasnya, kepada wartawan, Jumat (21/2).

Kenaikan harga gula sudah menembus hingga diangka Rp13.500 sampai Rp15.000 perkilo harga tersebut sudah jauh melebihi dari Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh Pemerintah, yakni sebesar Rp12.500 perkilonya.

Sementara, Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kalsel Bierhasani mengatakan, naiknya harga gula sekarang disebabkan oleh bahan baku gula yaitu tebu, yang mulai menipis akibat sudah berakhirnya musim panen disejumlah daerah penghasil.

Disebutkan Birhasani, masalah lainnya yang memperparah kenaikan harga gula di Kalsel adalah belum turunnya lagi gula rafinasi, akibat belum disetujuinya izin penugasan distribusi gula rafinasi oleh Kementrian Perdagangan kepada para distributor di Kalsel.

Berita Lainnya
1 dari 796

Padahal menurutnya suplai gula rafinasi sangatlah diperlukan untuk membackup stok gula lokal yang semakin menipis khususnya untuk keperluan industri makanan yang ada di Banua.

“ Kita sampaikan kepada Kementrian Perdagangan agar izin penugasan gula rafinasi ini bisa segera turun Semoga bisa terealisasi dalam waktu dekat, karena gula rafinasi sangat penting untuk pengamanan stok gula di Kalsel jelang bulan Ramadhan,” tambahnya.

Dibagian lain, Ketua Asosiasi Gula Bersatu Kalsel H Aftahuddin mengaku, pihaknya bersama distributor lainnya di Banua ini sudah jauh-jauh hari mengajukan izin penugasan distribusi gula rafinasi kepada Kementrian Perdagangan.

Namun hingga saat ini masih belum ada jawaban yang jelas terkait izin yang diajukan tersebut padahal sebagai daerah yang bukan penghasil tebu, sehingga Kalsel sangat membutuhkan gula rafinasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“ Kami distributor mengharapkan masalah ini bisa diselesaikan dalam waktu dekat karena gula rafinasi sangat diperlukan oleh industri makanan dan kudapan di Kalsel untuk memenuhi kebutuhan jelang bulan Ramadhan,” jelasnya.

Untuk stok gula digudang distributor di Kalsel hanya sebesar 1.000 ton, kondisi stok ini tentunya tidak cukup mengingat jelang momen Ramadhan biasanya permintaan gula akan naik sekitar 15 hingga 30 persen jika dibanding hari biasa.

“Jika tidak ada penyelesaian maka akan membuat harga gula akan semakin tidak terkendali lagi disejumlah pasar,” tutup H Aftah. (hif/K-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya