Masjid Siratal Mustaqim Sebelimbingan Mulai Dibangun

Kotabaru, KP – Warga Desa Sebelimbingan Megasari, kesehariannya harus menempuh perjalanan 7 km jika akan melakukan shalat berjamaah di masjid, terutama kaum lelakinya pada hari Jumat. Karenanya warga setempat berupaya melakukan pembangunan masjid dengan menghibahkan tanah mereka.

Sabtu (010/2/2020), peletakan batu Pertama, pertanda dimulainya pembangunan masjid siratal mustaqim, (demikian diberi nama masjid tersebut-red), di desa sebelimbingan-Megasari pulau Laut Utara, dilakukan Bupati H. Sayed Jafar Alaydrus, didamping Ketua TP PKK Kabupaten Kotabaru, Hj. Fatma Indiana Sayed Jafar Alaydrus, Forkopimda, Kepala SKPD, Camat Pulau Laut Utara, Alim Ulama, Tamu Undangan dan Tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya bupati kotabaru mengatakan menyambut baik adanya pembangunan masjid siratal mustaqim, yang mana membangun tempat ibadah merupakan bagian dan bentuk dari siar islam.

“Semoga mesjid ini bisa bermanfaat nantinya untuk masyarakat desa sebelimbingan dan megasari khususnya, dan juga masyarakat yang sedang bepergian. Karena letaknya di pinggir jalan jadi memudahkan warga yang sedang melintas ketika masuk waktu sholat ingin melaksanakan ibadah ataupun hanya sekedar beristirahat menghilangkan penat.

Berita Lainnya
1 dari 1.111
Loading...

Apabila mesjid ini sudah jadi khususnya masyarakat disini bisa memakmurkan mesjid ini dan bisa menjadikannya sebagai pusat pendidikan umat” Tutup Sayed Ja’far.

Sementara Ketua panitia H. Adi Sutomo mengatakan pembangunan mesjid ini bertujuan untuk memudahkan masyarakat khususnya warga desa sebelimbingan dan megasari untuk melaksakan ibadah sehari hari, ter khususnya sholat jum’at.

“Selama ini sebagian Besar warga desa sebelimbingan dan megasari yang ingin melaksanakan sholat jum’at harus menempuh jarak kurang lebih 7 Km untuk mencapai Mesjid terdekat” Jelas H.Adi sutomo yang juga kepala Kesbangpol Kotabaru.

Perlu diketahui pembangunan Masjid Siratal Mustaqim terletak di desa Sebelimbingan-megasari Jalan Raya Kotabaru- Tanjung Serdang Km. 15 ini berada diatas tanah berukuran 12×15 M diatas bekas mesjid yang ikut terbakar pada tanggal 19 juli 1955 yang berada dalam kawasan komplek pasar saat dahulu. Sementara status lahannya adalah lahan hibah dari masyarakat setempat,” terang H Sutomo. (and/K-6)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya