Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Ekonomi

Stok Bawang Putih di Banua Makin Menipis

×

Stok Bawang Putih di Banua Makin Menipis

Sebarkan artikel ini
12 4klm 3
STOK SEMAKIN MENIPIS - Bumbu dapur utama para ibu-ibu rumah tangga seperti bawang putih semakin menipis hanya tersisa sekitar 400 karungan atau sekitar 8 ton saja padahal setiap hari dipesan hingga 100 karungan baik pembeli lokal maupun provinsi tetangga Kalteng. (KP/hifni)

Akibat virus Corona ini berdampak kepada pasokan terhadap kebutuhan pokok salah satunya yang mulai kita rasakan pada bawang putih yang biasa dijual Rp30 ribu naik menjadi Rp50 ribu bahkan Rp60 ribu perkilo untuk yang kualitas bagus dan besar.

BANJARMASIN, KP – Kepala Dinas Perdagangan Kalsel H Birhasani, tidak memungkiri jika harga bawang putih semakin melambung baik dipasar Lima hingga pasar tradisional Banjarmasin paska diberhentikan impor dari Cina adanya virus Corona.

Kalimantan Post

“ Kita ketahui 95 persen lebih bawang putih masuk Indonesia dan Kalsel sekitar 5000 ton perbulannya khususnya didatangkan dari Tiongkok Cina karena Indonesia tidak cocok tanahnya untuk bawang ini,” jelasnya, kepada wartawan, kemarin.

Selain negara Cina ada juga negara penghasil bawang putih seperti negara India, Iran dan Mesir.

Sebelum pihaknya sudah kordinasi dengan pihak terkait bawah bawang putih stoknya hanya sampai 3 bulan kedepan atau hingga Maret saja sama dengan kondisi stok bawang putih secara nasional.

Akibat virus Corona ini berdampak kepada pasokan terhadap kebutuhan pokok salah satunya yang mulai kita rasakan pada bawang putih yang biasa dijual Rp30 ribu naik menjadi Rp50 ribu bahkan Rp60 ribu perkilo untuk yang kualitas bagus dan besar.

Dikatakan, untuk urusan impor adalah urusan pusat dari Kementrian Perdagangan setelah ada rekomendasi dari Kementrian Pertanian untuk melakukan impor.

Sementara Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian ketika virus Corona mencuat impor semua kebutuhan dari Cina diberhentikan akhirnya beberapa kebutuhan pokok mulai bergejolak dipasaran, ini bukan hanya terjadi di Kalsel saja namun sudah menjadi nasional.

Sampai saat ini pemerintah pusat masih menutup sementara pintu impor Cina, ini harus dipahami keadaannya dianggap darurat karena menyangkut faktor kesehatan.

Kadivre Bulog Kalsel, Arif Mandu ketika dikonfirmasi wartawan dikantornya menyebutkan, sampai saat ini di Bulog sendiri tidak ada punya stok karena tidak ada wiwenang untuk bahan pokok ini.

Memang disejumlah pasar tradisional harga bawang putih naik akibat dampak virus Corona ini karena pasokan bawang putih terbesar dari Tiongkok, pemerintah pusat mencarikan jalan alternatif impor bawang agar harganya tidak terus menggeliat.

Edy penjual makanan siap saji Nusantara kepada wartawan Jumat mengatakan, masakan Nusantara yang buat rata-rata memerlukan bawang putih yang cukup besar selain bawang merah.

Rasanya kurang enak masakan tanpa ada bawang putih sehingga berapapun harga bawang putih dijual pihaknya membelinya karena tidak ada pilihan lagi dan warungnya takut ditinggal pelanggan, saat ini harga bawang putih dijual Rp55 ribu perkilo dari harga sebelumnya Rp30 ribu perkilonya, sebut bapak 2 anak ini. (hif/K-1)

Baca Juga :  Bank Kalteng Perkuat Penyaluran KHBS dengan Tambahan Jam Layanan
Iklan
Iklan