Warga Tapin Kuliah Di China Pulang Kampung Jadi Perhatian Khusus

Rantau, KP-Pada hari Sabtu tanggal 8 Februari 2020, pukul 16.30 Wita, bertempat di Terminal Kedatangan Bandara Syamsudin Noor, telah. di monitoring 4 penumpang pesawat Lion Air No. Flt JT524 Cengkareng-Banjarmasin yang terdeteksi oleh alat KKP dengan suhu badan melebihi suhu panas diatas rata-rata.

Adapun keempat penumpang tersebut merupakan pelajar/mahasiswa asal Kalimantan Selatan yang menimba ilmu di Provinsi Nanjing china yang berada pada jarak 500 km dari Wuhan.

Nama – nama penumpang tersebut adalah Muhammad Shalahuddin Ayyubi
Tempal Tanggal lahir Tapin, 16 April 2000
Alamat : Jl. Gerilya Rt. 005 Rw. 002 kel. Rantau kanan Kec. Tapin Utara,

Penumpang kedua, Adha Yudha Tri Buana TTL : Tanah Laut, 15 Maret 2000 alamat : Benua Tengah Rt. 002 Rw. 001 kel. Banua tengah Kec. Takisung Tanah Laut.

Penumpang ketiga Muhammad Shada Nasywa TTL : Banjarbaru, 18 Mei 2000 alamat : Komplek perdana griya asri No. 40 B kel. Murung pudak kec. Tabalong kabupaten Tabalong.

Penumpang keempat Muhammad Fitrian Azhari TTL : Barabai, 03 Mei 2000
Alamat : Jl . H. M syarkawi Rt. 002 Rw. 003
Kel. Matang Ginalun kec. Pandawan kabupaten HST.

Berita Lainnya
1 dari 891
Loading...

Menurut informasi keempatnya setelah mendapat pemeriksaan kesehatan secara khusus dengan cukup lama dan sangat teliti akhir diperbolehkan pulang kerumahnya masing-masing.

Kepala dinas kesehatan kabupaten Tapin melalui sekretaris dinas kesehatan Tapin Khairudin ketika di konfirmasi Senin (10/2) tadi pagi di kantornya membenarkan dan mengakui ada warga Tapin yang baru datang dari China.

” Dinas kesehatan Tapin memang ada di panggil oleh pihak KKP Bandara Syamsudin noor untuk koordinasi penanganan dan monitoring warga Tapin yang baru dari China tersebut.” ungkapnya.

Menurut Khairudin lagi berdasarkan hasil prmeriksaaan kesehatan di Bandara China, Bangkok Thailan dan Jakarta ketika pesawatnya transit tidak ditemukan indikasi corona.
Karena itu menurutnya pihak Bandara Syamsudin noor mengijinkan untuk pulang kerumahnya masing-masing,

” Namun tetap dilakukan pemantaun setiap hari oleh petugas kesehatan Tapin dan menganjurkan agar tidak keluar rumah untuk bergaul selama masa inkubasi 14 hari,” tandasnya.

Sementara itu pada kesempatan lain bupati Tapin Drs. HM. Arifin Arpan, MM meminta kepada warga Tapin yang punya anak bersekolah/kuliah di luar negeri agar bisa melapor ke RT, Lurah/desa atau dinas terkait agar dapat memudahkan untuk memantau dan memonitoring kondisi dan keadaannya,” pungkas bupati Tapin.(ari/KPO-2)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya