Jemaah Umroh Sepakat tidak Ada yang Refund

Harapan kami dan memohon agar kran penutupan visa umroh ini tidak terlalu lama karena akan menjadi titik kulminasi atas bertumpuknya jumlah calon jemaah umroh yang akan berangkat ketanah suci Mekkah,” sebut Saridi.

BANJARMASIN, KP – Pimpinan PT Wahyu Titian Insani/Alisani Travel Umroh dan Haji, H Saridi menjelaskan, ketika Pemerintah Arab Saudi mengumumkan secara resmi menutup bepergian umroh untuk semua jemaah ketanah suci Mekkah pihak travel paling merasakan dampaknya.

Ketika disinggung persoalan refund, Saridi menjelaskan, sejauh ini belum ada lagi jemaah umroh banua yang ikut bersama PT Wahyu Titian Insani/Alisani Travel Umroh belum ada yang refund.

Kebanyakkan dari jemaah umroh tahun 2020 sudah dibayarkan kebeberapa suplier seperti ticket pesawatnya hingga visa umroh dan lain sebagainya.

“ Jemaah kami hingga Maret 2020 ini terdata dikantor Wahyu Titian Insani/Alisani Travel Umroh hanya sekitar 250 jamaah saja,” sebutnya, kepada wartawan, Selasa (17/3) di Banjarmasin.

Tentunya Pemerintah Arab Saudi akan lebih hati-hati lagi dalam menerima setiap kunjungan orang-orang yang mau ke Arab Saudi dengan alasan apapun.

Dampaknya lainnya kemungkinan besar Arab Saudi tidak akan tergesa-gesa membuka akses bagi warga negara Indonesia untuk melaksanakan ibadah umroh.

Berita Lainnya
1 dari 451
Loading...

Dikatakan Saridi, ini tentu akan berdampak besar terjadinya kerugian kembali pada travel umroh di Indonesia dan Kalsel khususnya apalagi jemaah asal banua termasuk besar kontribusinya setiap tahunnya.

“ Harapan kami dan memohon agar kran penutupan visa umroh ini tidak terlalu lama karena akan menjadi titik kulminasi atas bertumpuknya jumlah calon jemaah umroh yang akan berangkat ketanah suci Mekkah,” sebut Saridi.

Bila ini terjadi berlarut-larut maka akan terjadi kekacauan baik itu sisi penerbangan domestiknya maupun international dan ini tentunya akan menjadi masalah baru bila mana tidak segera diatasi.

Ditambahkan, Manajer Operasional Umrah dan Haji PT Kaltrabu Indah Muhammad Arifudin, pihaknya masih optimis berharap masih ada keajaipan dari Pemerintah Arab Saudi kedepannya.

Program umrah jemaah Kaltrabu yang berdampak direscedule pada bulan Maret ini.

Sedangkan pihak maskapai udara sejauh ini belum ada kebijakan ketentuan mengenai refund ticket sementara ini pihaknya masih mencoba me rescudule.

“Jemaah umroh yang kami reschedule dalam bulan Maret ada 4 keberangkatan umroh reguler dan 1 keberangkatan umroh plus ke Turkey yang diperogramkan 25 Maret berjumlah sekitar 290 orang jemaah,’’ katanya.

Adapun jika jemaah berkeinginan mengembalikan uangnya, maka PT Kaltrabu siap menyerahkan sepenuhnya dana umrah mereka namun tetap optimis, karena kalau kita bilang batal maka jemaah kecewa dan sampai saat ini jemaah juga tidak panik karena Allah punya rencana dibalik semua ini,” pungkasnya. (hif/K-1)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya