Rajin Cuci Tangan Dalam Islam Suatu Cara Hadapi C-19

Tanjung, KP – Pola hidup yang telah diajarkan dalam Islam, adalah suatu cara hidup sehat dan bisa dijadikan cara untuk menangkal atau menceggah terjangkitnya virus Corona atau COVID-19 yaitu membiasakan mencuci tangan.

Hal itu, disampaikan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tabalong Drs KH Sabilarrusydi, saat memberikan arahan sekaligus membuka kegiatan Asrama Hadits Sunan An Nasai Juz 1, yang diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Tabalong, Minggu (15/3) di  Masjid Baitul Mukhlisin, RT 8 Desa Padang Panjang Kecamatan Tanta Kabupaten Tabalong.

Di hadapan ribuan warga LDII yang hadir hari itu, beliau menjelaskan, bahwa sesuai dengan materi hadits yang akan dikaji nanti, Islam telah mengajarkan kepada ummatnya untuk menerapkan pola hidup sehat, diantaranya dengan rajin mencuci tangan. “sedikit saya membuka hadits yang akan dikajikan hari ini, yakni bab thoharah (bersuci), yang diawali dengan pola hidup sehat seperti rajin mencuci tangan, ini bisa menjadi upaya kita manangkal terjankitnya virus corona,” ujar beliau.

“Mencuci tangan sendiri adalah perintah dalam Islam, seperti yang pernah disabdakan oleh Rasulullah SAW bahwa ketika kalian (orang iman) bangun tidur, maka supaya jangan langsung mencelupkan tangan ketempat air wudhu, kecuali setelah mencuci terlebih dahulu,” jelas KH Sabilarrusydi.

Berita Lainnya
1 dari 1.124
Loading...

Adapun upaya yang kedua, dengan menggunakan masker, dan yang ketiga jangan tersentuh dengan orang yang terpapar virus corona tersebut dan juga tidak memasuki daerah yang terpapar corona.

Terkait acara hari itu, mantan Kepala Kemenag Kabupaten Tabalong ini menjelaskan, bahwa inti ajaran Islam adalah Alquran dan Alhadits, “inti ajaran Islam itu ada dua, yaitu Alquran dan Ahadits, sesuai dengan sabda Nabi SAW : “kutinggalkan di dalam kalian dua perkara selagi kalian berpegang teguh pada keduanya tidak akan tersesat, yaitu kitab Allah (Alquran) dan Sunnahnya Rasulullah (Alhadits),” sebut beliau.

“Hadits Sunan An Nasai adalah salah satu perawi hadits yang sangat terkenal, ia menempati posisi di bawah shohih Bukhari, banyak hadits-hadits shohih yang diriwayatkan oleh kitab Sunan An Nasai ini,” demikian pungkas beliau seraya membuka secara resmi kegiatan Asrama Hadits Sunan An Nasai Juz 1, yang akan dilaksanakan selama 5 hari kedepan tersebut.

Sementara itu, Ketua DPD LDII Kabupaten Tabalong Suprasongko HS menjelaskan bahwa kegiatan hari itu adalah kegiatan yang kesekian kalinya dilaksanakan oleh DPD LDII Kabupaten Tabalong, “kegiatan ini adalah agenda DPD LDII Kabupaten Tabalong, setelah sebelumnya DPD LDII menyelenggarakan asrama hadits Sunan Ibni Majah dan Sunan At Termidzi,” ujarnya.

“Kegiatan ini dilatarbelakangi adanya keinginan untuk warga LDII khususnya, untuk mendalami makna sunnah, sebab dengan perkembangan zaman yang semakin maju, terkadang justru pokok ajaran Islam terjadi pendangkalan,” sebut Suprasongko.

Selebihnya, tokoh masyarakat yang akrab di sapa Pak Pras ini mengungkapkan, untuk kali ini DPD LDII Kabupaten Tabalong mendatangkan guru Pondok Wali Barokah Burengan Kediri yakni Bapak KH Zainal Mukhid S,Pd.I M.Sy dan diikuti oleh peserta inti atau peserta yang akan mengikuti sampai akhir sebanyak 600 orang. Kegiatan akan dilaksanakan selama 5 hari, mulai Minggu, 15 Maret hingga Kamis 20 Maret 2020, dengan terget mengkhatamkan Hadits Sunan An Nasai Juz 1, serta mengambil tema : ‘Mendalami makna sunnah, meneguhkan iman dan taqwa.’ (ros/K-6)
 

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya