Tujuh Paspamres Lepas dari Maut, Dandim Kapuas Gugur

Semua akibat tabrakan dua speedboat yang terjadi di Sungai Sebangau, pintu masuk ke Kawasan Taman Nasional Sebangau

PALANGKA RAYA, KP – Tujuh orang Pasukan Pengamanan Presiden (Paspamres) lepas dari maut, dan Dandim 1011/Kuala Kapuas, Letkol Kav Bambang Kristianto Bawono gugur dalam tugas, ia ditemukan meninggal dunia, Senin (9/3).

Dandim ditemukan dalam keadaan meninggal pukul 15.55 WIB, berikutnya enam orang lainnya penjaga Kawasan Taman Nasional Sebangau.

Semua akibat tabrakan dua speedboat yang terjadi di Sungai Sebangau, pintu masuk ke Kawasan Taman Nasional Sebangau, sekitar pukul 12.00 WIB.

Kapusdatin BNPB, Agus Wibowo membenarkan kejadiandan hal sama diungkapkan Kabid Humas Polda Kalteng, Kombes Pol Hendra Rochaman.

Informasi dihimpun, speed boat milik Taman Nasional Sabangau memuat tujuh penumpang staf Taman Nasional Sebangau yang hendak menuju kawasan Resort Mangkok, Sungai Sabangau untuk mengirimkan logistik.

Ketujuh staf Taman Nasional Sebangau bernama Agung, Mutia, Novi, Mansyah, Ayib, Selvi dan Yuli.

Dua orang saat kejadian berhasil diselamatkan yakni Selvi dan Yuli, sedangkan lima orang lainnya ketika kejadian masih dalam pencarian.

Menurut salah satu korban selamat, ketika di Tempat Kejadian Perkara, dua speedboat saat melawati tikungan murung masuk wilayah Kelurahan Sabaru Kecamatan Sebangau Kota Palangka Raya atau sekitar 10 – 15 menit dari Pelabuhan Kereng Bangkirai), tabrakan dengan Long boat L300 milik Dinas Kehutanan dan dengan dengan speedboat TNI AD (KMC RBB Den Bekang XII Tpr).

Kedua speedboat merupakan bagian dalam rangka pengecekan lokasi guna pengamanan VVIP Kunjungan Raja dan Ratu Belanda yang dijadwalkan datang ke Kalteng tanggal 11 hingga 13 Maret 2020, dan rencananya masuk kawasan Taman Nasional Sebagau.

Saat itu Longboat L300 milik Dinas Kehutanan membawa 8 penumpang, masing-masing bernama,

Berita Lainnya
1 dari 1.038

Mansyah, Pegawai Manggala Agni.

Berikutnya bernama Abdi PNS Taman Nasional Sebangau, Ibnu Yudistira, Mutiara, Pegawai Taman Nasional Sebangau, Novi, dan Istri Agung Polhut

Sedangkan Kapal speed boat TNI AD (Tim survei route kunjungan pengamanan VVIP Raja Wilem Alexander dan Ratu Maxima di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah) yang dipimpin Dansubsatgas Pam VVIP Letkol Kav Bambang Kristianto Bawono SIP (Dandim 1011/Kuala Kapuas) dan rombongan yang ikut berjumlah 19 orang.

Rombongan ini tersiri dari 7 Paspampres, Korem 102/Pjg 11 orang dan, 2 warga Amerika sebagai guard dan 1 orang sipil penunjuk jalan.

Ke 17 penumpang berhasil ditemukan kondisi selamat.

Ketika itu, Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran ikut memantau langsung upaya pencarian korban.

Pencarian korban terus dilakukan tim gabungan baik dari unsur TNI, Polri, Pemda maupun Basarnas.

Kepala Bidang Diklit, Pengembangan dan Humas RSUD Doris Sylvanus dr Riza Syahputra mengatakan, memang diantara korban kecelakaan masuk ke rumah sakit.

“Benar pak, saat ini yuga jenazah Dandim Kapuas berada di ruang mayat Kamboja di rumah sakit,” katanya.

Khusus untuk Delegasi Belanda, saat ini telah dirujuk ke Rumah Sakit Siloam Palangka Raya, hal itu dilakukan atas permintaan yang bersangkutan sehingga pihak Doris pun memenuhinya.

“Atas permintaannya sendiri ia ingin dirujuk ke RS Siloam dan bukan karena kami tidak mampu melakukan penanganan.

Beliau adalah warga negara asing, sehingga kami menghormati permintaannya,” katanya. (drt/K-2)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya