Wawali Akui Bonus Demografi Justru Rawan Narkoba

Banjarbaru, KP – Wakil Walikota Darmawan Jaya Setiawan mengatakan, Banjarbaru dikenal sebagai kota perdagangan dan jasa, pusat pendidikan dan Bandara Internasional Syamsudin Noor ada di Kota Idaman, bahkan menjadi pusat pemerintahan provinsi.

“Serta yang tak kalah penting, Banjarbaru merupakan perlintasan bagi berbagai daerah di Kalsel maupun regional Kalimantan. Kondisi strategis ini tentu memberi daya tarik tersendiri bagi wisatawan domestik maupun luar negeri untuk berkunjung atau bermukim di Banjarbaru,’’ katanya, kemarin.

Namun bonus demografi ini, lanjutnya, dapat menimbulkan munculnya masalah-masalah sosial di masyarakat yang harus diwaspadai. Salah satunya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba yang saat ini menjadi ancaman besar bagi bangsa dan negara.

“Saat ini semua provinsi tidak ada yang terbebas dari kasus narkoba, termasuk Kalsel,’’ ungkapnya.

Berita Lainnya

PKK Kalsel Bantu 25.000 Masker

1 dari 1.190
Loading...

Menurutnya, bahaya narkoba bukan hanya menyerang fisik, tetapi juga moral suatu bangsa yang berujung pada menurunnya daya saing masyarakat dalam kompetisi global yang semakin ketat.

“Peredaran gelap narkoba, bukan hanya menyasar orang dewasa dan remaja saja, melainkan juga anak-anak,’’ katanya.

Dia pun berharap semua pihak dapat bekerjasama secara aktif dalam upaya pencegahannya. Ini perlu dilakukan sistematis, koordinatif, sinergis serta dilandasi komitmen kuat dari semua komponen.

“Kami berharap setiap instansi mampu menekan jumlah pengguna narkoba dan sama-sama mengkampanyekan bahayanya, memerangi peredaran dan penggunaannya, sehingga generasi sekarang maupun mendatang, bisa terselamatkan,’’ pungkasnya. (wan/K-5)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya