Akhirnya Pemko Batalkan Karantina di Kayu Tangi II

Banjarmasin, KP – Tak ada pilihan lain, akhirnya Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin, batalkan sementara rencana untuk pemanfaatan asrama BKD Diklat di Komplek Kayu Tangi II Banjarmasin Utara sebagai tempat karantina ODP (Orang Dalam Pengawasan) Covid-19.

Keputusan diambil setelah Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina berhadapan langsung dengan warga Komplek Kayu Tangi II.

Aspirasi dan alasan penolakan disampaikan saat musyawarah di Masjid Al Barqah, Rabu (8/4).

Ada beberapa alasan mengapa warga menolaknya. Pertama keberadaan rumah karantina itu membuat mereka tak nyaman karena berada di dekat pemukiman.

Warga khawatir keberadaannya memberikan dampak negatif.

Kemudian yang kedua, terkait rencana ini tak dibicarakan ataupun disosialisasikan sebelumnya. Sehingga warga merasa bahwa Pemko sengaja menutupi rencana tersebut.

“Warga Kayutangi II sebenarnya mendukung upaya pemerintah. Namun terkait dengan rencana (penempatan rumah karantina) di Komplek Kayutangi II kami tak sependapat,” ucap salah seorang warga, Fauzi.

Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina menjelaskan, Pemko bakal mengakomodir terkait penolakan tersebut. Dan menangguhkan rencana tersebut sambil mencari alternatif lain untuk mengganti.

“Karena warga disini keberatan, sudah kami putuskan untuk di tunda dulu pelaksanaannya. Sambil kita mencari tempat ini tetap harus disiapkan. Tadi kan ada juga usulan di kantor PMI,” jelas Ibnu.

Ibnu menjelaskan bahwa rumah karantina tersebut sebenarnya masih belum diisi. Sebab, rumah karantina itu disiapkan jika sewaktu – waktu terjadi lonjakan ODP di Banjarmasin dan rumah sakit tak mampu lagi untuk menampung.

“Saya luruskan rumah karantina dan saat ini belum ada orangnya.

Berita Lainnya
1 dari 1.027

Yang rencana kita untuk mengantisipasi ketika terjadi lonjakan ODP.

Kita tak ingin ketika meledak jumlah ODP tak ada yang menangani.

Karena rumah sakit tentu tak mampu menangani,” ujarnya.

Ia mengatakan rumah karantina itu juga diperuntukkan bagi ODP yang menjalani karantina mandiri.

Namun tak memiliki kamar maupun orang yang mengurus di rumah. “Yang harusnya bersangkutan di rumah mengkarantina diri, tapi karena tak ada kamar khusus atau di rumah tak ada yang mengurus rencananya mereka yang ditempatkan di sini dengan kategori ODP ringan.

Karena kalau berat pasti dirujuk ke rumah sakit,” jelasnya lagi.

Ibnu pun dengan hasil musyawarah dengan menunda rencana pemanfaatan rumah karantina tersebut bisa membantu warga Kayu Tangi II merasa tak terganggu lagi.

“Kami juga mohon maaf kalau kemudian terjadi miskomunikasi.

Ataupun tak ada kejelasan informasi,” pungkasnya.

Diketahui, aksi warga menolak rencana tempat Karantina Covid-19 di Jalan Brigjen Hasan Basri atau tepatnya Kayu Tangi II, Selasa (7/4) malam lalu, sekitar pukul 21.30 WITA.

Ketika itu sejumlah warga langsung turun ke lokasi melakukan aksi protes dan penolakan. (vin/K-2)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya