Harga Sayuran Bergerak Naik

Dijelaskan Subono, walaupun beberapa sayuran merangkak naik namun ada beberapa sayuran yang harganya masih bertahan seperti bawang putih dan bawang merah asal Brebes yang paling disukai ibu-ibu rumah tangga.

BANJARMASIN, KP – Dengan alasan kondisi musim hujan dan anomali saat ini hingga pasokan yang belum normal serta stok yang kurang memadai harga sayuran asal Pulau Jawa dan lokal, harganya mulai merangkak naik.

Pantauan wartawan dilapangan di Pasar Kuripan dan Ksatrian Veteran, Selasa harga sayuran asal Pulau Jawa cendrung naik dalam sepekan ini namun ada juga harganya yang cendrung bertahan, dengan alasan pasokan yang mulai terganggu paska musim curah hujan yang masih cukup tinggi dibeberapa sentra penghasil.

Pihaknya cukup disulitkan dengan pasokan dari luar daerah, memang armada Kapal Roro yang masuk merapat di Pelabuhan Trisakti tidak ada gangguan namun cuaca serta musim hujan membuat pasokan yang masuk jadi terbatas sehingga harga sayuran khususnya asal Pulau Jawa mulai terdongkrak naik.

Hal dijelaskanHasnul penjual sembako asal Pasar Antasari Selasa kepada wartawan.

Harga-harga sayuran yang mulai bergerak naik dari Rp2.000,- sampai Rp3.000,- seperti koll, wartel, bawang prei, kentang hingga kubis baik dipasar tradisional agen besar hingga pasar kecil.

Berita Lainnya

Diserahkan ke Pemprov Kalsel

1 dari 484

Sedangkan untuk harga cabe rawit lokal disejumlah pasar tradisional masih bertahan diharga Rp75,000,- sampai Rp80,000,- perkilonya belum ada tanda-tanda untuk stabil.

“ Naiknya harga sayuran asal Pulau Jawa yang melambung ini mengakibatkan penjualan sepi pembeli, karena masyarakat lebih menahan diri apalagi ada virus korona ini, kecuali penjualan mie goreng atau penjual makanan siap saji lainnya bisa diharapkan mereka juga mulai mengurangi pembelian,” ungkap bapak 3 anak ini.

“70 persen pasokan sayuran asal banua dipasok dari Pulau Jawa sisanya pasokan petani kabupaten dan kota di banua enam sehingga sedikit saja pasokan terganggu harga akan melambung tidak hanya di Kalsel namun sampai ke wilayah Kalteng,” jelas Subono penjual sayur asal Pasar Teluk Dalam lainya

Dijelaskan Subono, walaupun beberapa sayuran merangkak naik namun ada beberapa sayuran yang harganya masih bertahan seperti bawang putih dan bawang merah asal Brebes yang paling disukai ibu-ibu rumah tangga.

Selain harga sayuran kentang, wartel yang naik juga sayuran lain seperti terong, bilungka dijual Rp5,000 sampai Rp7000,- per kilo, kacang-kacangan Rp12,000,- dan sawi serta kangkung dijual Rp3000 / ikatnya,” sebut Ian penjual sayuran Pasar Kuripan.

Sariah penjualan makanan dikawasan Kayu Tangi mengungkapkan, ia sangat terkejut dengan naiknya kembali harga sayuran asal Pulau Jawa dan lokal saat ini, karena dalam satu bulan ini saja 2 kali harga sayuran asal Pulau Jawa yang mulai melambung padahal jualan semakin sepi warga lebih banyak bertahan dirumah adanya virus apalagi Banjarmasin Utara termasuk zona Merah. (hif/K-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya