HM Muslim : “Kita Semua Berpotensi Tertular Covid-19”

Banjarbaru, KP – Penularan pandemi Covid-19 di Kalsel terutama di Banjarmasin sudah sampai tahap transmisi lokal.

Yang mana artinya sudah terjadi penularan antara satu orang dengan orang lainnya dalam satu wilayah.

Terbukti tiga kasus terkonfirmasi positif di Kalsel adalah penularan lokal, dengan demikian penularan saat ini tidak lagi hanya terjadi berasal dari luar atau impor.

Juru Bicara Gugus Tugas P3 Covid-19 Kalsel, HM Muslim, Selasa (7/4), semua warga Kalsel tidak ada yang aman dari penularan covid-19.

Ia menegaskan semua orang berpotensi tertular.

“Saat kita sudah sampai transmisi lokal, jadi harus betul-betul jaga jarak,” ujar Muslim.

Disinggung secara matematis keilmuan epidiomology dari siklus penyebaran wabah apakah memungkinkan dari sekian orang menjadi ribuan yang terpapar.

Muslim, tidak menampik. Hal tersebut menurut Muslim dapat dicegah dengan menaati arahan pemerintah.

“Sudah disampaikan dalam setiap kesempatan bahwa apa yang dilakukan agar tidak menular banyak yaitu berdiam diri di rumah.

Berdiam diri di rumah langkah paling efektif.

Jika tidak ingin terjadi peningkatan kasus Covid-19 maka mohon tetap di rumah taati yang dianjurkan pemerintah, jika memanh terpaksa keluar maka selalu gunakan masker,” ujarnya.

Dikatakan Muslim, potensi penularan sulit dideteksi, sebab beberapa kasus menunjukan asimtomatik carrier atau terinfeksi tanpa gejala.

Asimtomatik carrier tidak dapat dikenali sebab tanpa adanya gejalanya.

“Jawaban untuk asimtomatik carrier adalah sebisa mungkin kita tidak terjadi kontak dengan siapapun atau mutus rantai baik orang yang tidak ada gejala.

Sekali lagi paling efektif tetap ada di rumah, baik yang asimtomatik carrier dengan berada di rumah tidak menulari orang lain,” paparnya.

Menurut Muslim, saat ini pihaknya juga sudah menyiapkan lahan pemakaman jika sewaktu-waktu terjadi penolakan dari warga.

Kendati demikian ia berharap pemakaman yang disiapkan Pemprov Kalsel tidak sampai digunakan.

Ia meyakini masyarakat banua masyarakat yang penuh toleransi dan diharapkan l tidak terjadi seperti di tempat lain. Dikatakannya, setiap kasus yang meninggal sudah dilakukan prosedur ketat sesuai standar pedoman yang dikeluarkan Kemenkes.

Berita Lainnya
1 dari 882
Loading...

“Mayat yang sudah diposes sudah diamankan.

Tentu harus memahami jangan ikut di dalam pemakaman dekat dengan mayat untuk menjaga potensi penularan.

Jika sudah dimakamkan insyaallah tidak akan menulari lagi.

Virus ini hidup di jaringan hidup bukan pada jaringan mati.

Jika dibutuhkan tempat pemakaman pemerintah menyiapkan itu jika memang dibutuhkan.

Sudah disiapkan lahan 2 hektare, tapi bukan itu solusi utama.

Kita tetap menginginkan di manapun tempat dimakamkan sudah sesuai prosedur,” ucapnya.

Data Terbaru

Sementara data terbaru perkembangan Covid-19 di Kalsel menunjukan tiga kematian, Selasa (7/4). Sehari sebelumnya kematian berjumlah 2 orang.

Pasien terkonfirmasi positif yang meninggal dunia tersebut adalah Ulin 33. Yang bersangkutan meninggal pada 5 April saat masih berstatus pasien dalam pengawasan (PDP).

Terjadi peningkatan jumlah pasien terkonfirmasi positif di Kalsel, Selasa (7/4). Sebelumnya berjumlah 18 orang dengan 2 kematian menjadi 22 orang dengan 3 kematian.

Berbeda dengan pasien terkonfirmasi positif yang mengalami peningkatan, PDP justru berkurang dari 15 orang menjadi 12 orang. Pengurangan PDP karena 3 orang dipulangkan setelah hasil

polymerase chain reaction (PCR) negatif, yaitu Ulin 28, 32, dan 34.

“Yang terkonfirmasi positif Ulin 1, 9, 10, 11, 13, 15, 24, 25, 29, 30, 35, 36, 37, 38, 39, MAS 1, Kontak 1, 2, dan 3,” kata Juru Bicara Gugus Tugas P3 Covid-19 Kalsel, HM Muslim.

Ia mengatakan, sebagian besar pasien terkonfirmasi dalam keadaan stabil. Yaitu Ulin 1, 9, 10, 11, 13, 24, 25, 35, 36, 37, 38, 39, MAS 1, dan tiga orang yang isolasi mandiri di rumah.

“Pasien lainnya Ulin 15 dan 30 masih agak sesak nafas, dan Ulin 29 masih perlu perawatan intensif,” tambahnya.

Secara keseluruhan Muslim menyebut penanganan pasien tersebar di beberapa rumah sakit. 19 pasien di RSUD Ulin, 7 pasien di RSUD M Ansari Saleh, 2 pasien di RSUD Boejasin, dan 1 pasien di RSUD Abdul Azis, Barito Kuala.

“PDP di RS Ulin 3 orang, PDP di Ansari Saleh 6 orang, PDP di Boejasin 2 orang, dan PDP di Abdul Azis 1 orang,” tuturnya seraya menambahkan orang dalam pemantauan (ODP) berjumlah 1.167. (mns/K-2)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya