Imbas Codiv-19, Sektor Perikanan Banjar Lesu

Martapura, KP – Mewabahnya virus Corona atau Covid-19 secara Nasional telah memberikan dampak perekonomian secara luas, tidak terkecuali di sektor perikanan.

Adanya kebijakan penanganan Covid-19, antara lain social/physical distancing, work from home, dan pembatasan berkumpul turut memberi dampak terhadap menurunnya demand produk perikanan, termasuk di Kabupaten Banjar.

Hal ini akibat adanya kebijakan penanganan pandemi Covid-19 yang saat ini sudah diterapkan di seluruh Kabupaten/Kota, sehingga terjadi penumpukan ikan di kolam-kolam pembudidaya/petambak, terutama jenis patin dan nila yang belum dapat di suplai sebagaimana biasanya.

”Akibat situasi sekarang, sekitar 1.250 ton ikan, terutama patin dan nila di pertambakan tidak bisa terjual, tidak bisa dipanen,” ungkap Kadis Perikanan Banjar Riza Dauly, Selasa (14/4), kepada KP, di ruang kerjanya.

Dijelaskan Dauly, bila situasi normal, perdagangan ikan wilayah Kabupaten Banjar ke Kota Banjarbaru saja, bisa sampai 15 ton perhari. Namun kondisi sekarang, dengan restoran, rumah makan, hotel-hotel banyak yang tutup, ikan-ikan tersebut sangat sulit terjual.

”Kami hanya mengambil 10 sampel saja dari pengusaha besar, belum yang kecil-kecil, jelas sangat terdampak,” tandasnya.

Berita Lainnya

LPTQ Banjar Matangkan Kadernya 2 Bulan

Kasus Covid Menurun, Tapi Prokes Jangan Kendor

1 dari 1.183
Loading...

Lalu bagaimana solusinya?, dijelaskan Dauly, kondisi obyektif tersebut sudah dilaporkan ke pihak provinsi dan pusat. Diskan Banjar juga merencanakan beberapa strategi, diantaranya lewat pemberian bantuan sosial non tunai untuk masyarakat terdampak serta dengan penyimpan hasil produk ikan tersebut atau baper stok.

”Untuk bantuan sosial, ikan tersebut dibeli pemerintah dan diberikan pada masyarakat kecil terdampak. Sedang baper stok, ikan-ikan akan dititipkan di beberapa gudang penyimpanan ikan (cold storage) hingga situasinya pulih,” katanya.

Sayangnya untuk fasilitas penyimpanan, masih cukup terbatas, sehingga tidak bisa mengcover secara keseluruhan. Sedang soal anggarannya, masih perlu dibicarakan, harus mengambil dari anggaran yang mana.

”Jadi untuk sementara imbauan Diskan untuk pembudidaya/petambak adalah memberikan pakan secukupnya agar ikan tidak mati, bukan untuk penggemukan. Kebetulan distributor pakan juga siap menalangi untuk makanan ikan tersebut,” tandasnya.

Bila ada stimulus bagi petambak, Dauly ingin diberikan bagi petambak-petambak kecil, terutama kebutuhan pakan ikannya, karena mereka yang sangat terdampak situasi sulit sekarang.

”Pada Januari hingga Februari, penghasilan mereka stabil, kisara Rp1,5 – 2 juta/bulan, namun memasuki Maret, anjlok jadi Rp500-750 rb saja perbulannya,” katanya. (wan/K-5)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya