Aktifitas Warga Tak Ada Bedanya Sebelum PSBB

Banjarmasin, KP – Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Banjarmasin sudah memasuki hari 12 dari target 14 hari, namun dalam penerapannya upaya untuk mempercepat penanganan pandemi atau wabah virus corona (Covid-19) ini belum menunjukkan hasil maksimal.

“Sejak diberlakukan tanggal 24 April 2020, kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Kota Banjarmasin saya kira belum menunjukkan hasil maksimal. Malah seperti tidak ada bedanya dengan sebelum PSBB,” kata anggota DPRD Kota Banjarmasin, Zainal Hakim.

Kepada KP Selasa (5/5/2020) ia mengatakan, bahwa fakta itu setidaknya terlihat dari masih banyak aktifitas masyarakat di luar rumah terutama pada siang hari, dengan kondisi seperti ini potensi warga terpapar virus corona semakin besar.

Berita Lainnya
1 dari 1.385
Loading...

Menurut Zainal Hakim, penerapan PSBB kiranya perlu dievaluasi kembali oleh Pemko Banjarmasin dengan mengambil langkah-langkah cukup efektif, preventif . Sehingga tujuan dari PSBB tandasnya, yaitu untuk mempercepat penanganan pandemi virus corona dapat segera teratasi.

Zainal Hakim juga mengingatkan, dalam sisa waktu PSBB yang ada ini, satgas covid-19 Kota Banjarmasin bisa melakukan langkah-langkah yang lebih dan secara terkoordinasi dengan baik dalam menangani penyebaran virus corona.

“Masalahnya meski sudah diterapkan PSBB, namun sampai hari ini kasus warga terpapar virus ini cendrung mengalami peningkatan. Itukan berarti bawa tujuan diterapkannya PSBB inikan belum tercapai,” sebutnya.

Lebih jauh anggota dewan dari F-PKB ini mengatakan, apa yang diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor : 9 tahun 2020 tentang kebijakan PSBB tentunya harusnya bisa diterapkan di Kota Banjarmasin. (nid/K-3)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya