Masyarakat Serbu Kantor Dinsos Persoalkan Penyaluran Bantuan

Warga dari berbagai keluarahan ini sengaja datang untuk mempertanyakan terkait bantuan sosial yang dijanjikan saat pemberlakukan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) yang tak kunjung diterima

BANJARMASIN, KP – Mulai pagi halaman Kantor Dinas Sosial (Dinsos) Banjarmasin Jalan Kelurahan Pelambuan, Kecamatan Banjarmasin Barat tampak terlihat dipadati warga, Senin (04/05/2020).

Warga datang dari berbagai kelurahan di kota yang sengaja datang untuk mempertanyakan terkait bantuan sosial yang hingga saat ini tak kunjung diterima, paska pemberlakukan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) di ibu kota Kalsel ini.

Satu diantaranya adalah Samsiah. Warga Pelambuan RT 45 ini ikut berkerumun di halaman Dinsos bersama puluhan warga yang bernasib sama dengannya.

Samsiah datang dengan harapan keluarganya juga bisa mendapatkan bantuan sosial. Mengingat kondisi ekonomi rumah tangganya yang saat ini mulai terpuruk.

Suaminya sudah dua tahun terakhir terserang stroke, hanya bisa berdiam diri di rumah. Saat ini ia lah satu-satunya yang menjadi tulang punggung keluarga.

Kondisinya kian memburuk setelah tak bekerja lagi. Samsiah merupakan salah seorang karyawan warung makan. Sejak awal Ramadhan warung itu sudah libur.

“Ini sudah nggak kerja. Jadi nggak ada lagi penghasilan,” ucapnya lirih.

Ia pun bingung harus mengadu kemana. Sedang tuntutan hidup harus dipenuhi setiap hari. Terlebih dua anaknya masih kecil.

Bantuan dari pemerintah menjadi satu-satunya harapan untuk bertahan hidup. Sebab selama ini ia masih belum sama sekali terjamah bantuan sosial.

Berita Lainnya
1 dari 1.384
Loading...

Samsiah mengaku, bahwa keluarganya sudah masuk dalam pendataan penerima bantuan yang dilakukan RT setempat. Namun, hingga saat ini bantuan yang diharapkan tak kunjung diterima.

“Kemarin sudah didata RT. Tapi sampai saat ini belum dapat. Tetangga saya sudah dapat,” keluhnya.

Ia pun sempat mempertanyakan kepada ketua RT alasan mengapa keluarganya tak menerima bantuan. “Kata RT yang dapat hanya sembilan keluarga saja. Makanya saya datang ke sini mau nanya,” jelasnya.

Samsiah pun berharap kedatangannya ke Dinsos bisa memberikan titik terang terkait bantuan yang diharapkan tersebut. “Semoga dapat kalau tidak bagaimana kami makan,” pungkasnya.

Adapun Kepala Dinsos Banjarmasin, Iwan Restianto menjelaskan, dari 40.563 kepala keluarga (KK) yang masuk dalam data basis terpadu, ada 20 ribu terdaftar dalam program keluarga harapan (PKH). Iwan menyebutnya masuk dalam program.

Sedang 20 ribu yang masih non program mereka mendapatkan jaminan BPJS dari pemerintah. Dan tujuh ribu diantaranya menerima bantuan pangan non tunai (BPNT).

“Artinya masih ada 13 ribu KK yang masih belum dapat sama sekali,” jelasnya.

Nah, 13 ribu KK yang masih belum dapat sama sekali inilah sebagai menerima bantuan sosial tunai (BST) sebesar Rp 600 ribu selama tiga bulan dari pemerintah pusat.

Selain itu, terkait bantuan sosial yang bersumber dari Anggaran Pendapat Belanja Daerah (APBD), Iwan membeberkan anggaran yang tersedia sebesar Rp 12 miliar.

Duit inilah yang digunakan untuk bantuan sembako dan duit senilai Rp 250 yang dibagikan kepada warga miskin baru yang berjumlah 51 ribu. “Sebenarnya ini bukan bantuan untuk PSBB. Ini diberikan satu kali saja, “pungkasnya. (sah/K-3)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya