Sekelumit Kisah Perjalanan Hidup Guru Zuhdi

Banjarmasin, KP – KH Ahmad Zuhdiannoor akrab disapa Abah Guru Zuhdi meninggal dunia. Ulama kharismatik asal Banjarmasin ini menghembuskan nafas terakhir di usia 48 tahun pada pukul 06.35 di RS Medistra Jakarta, Sabtu (02/04/2020).

Dikutip dari buku Ulama Kharismatik yang ditulis Dr. Mujiburrahman, Dr. M. Zainal Abidin, M.Ag, dan Rahmadi M.Ag dari Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin, Guru Zuhdi merupakan putra dari KH Muhammad. Lahir di Banjarmasin 10 Februari 1972.

KH Muhammad merupakan pimpinan pondok pesantren Al Falah. Setelah mengenyam pendidikan formal di sekolah dasar, Guru Zuhdi mendalami ilmu agama di Al Falah. Namun hanya berselang dua bulan berhenti karena sakit.

Guru Zuhdi akhirnya diserahkan untuk belajar ilmu agama kepada sang kakek, KH. Asli di Alabio Hulu Sungai Utara. Keduanya nanti terlibat secara penuh dalam pendidikan Guru Zuhdi kecil.

Setelah satu tahun di Alabio, Guru Zuhdi kecil kemudian meneruskan mengaji dengan sang ayah. Ia juga belajar dengan KH. Abd. Syukur.

Semeninggalnya KH. Abd. Syukur, Guru Zuhdi kemudian memperdalam ilmu agamanya kepada KH. Muhammad Zaini bin Abdul Ghani yang akrab disapa Guru Sekumpul Martapura.

Guru Zuhdi belajar di sana kurang lebih tujuh tahun. Banyak ilmu agama yang Guru Zuhdi dapat selama belajar dengan Guru Sekumpul, terutama akhlak.

Berita Lainnya

Kapolda Dukung Gerakan Demokrasi

1 dari 1.023

Pengaruh Guru Sekumpul terhadap Guru Zuhdi sangat kuat. Pada banyak hal ia selalu merujuk kepada figur sang guru ini, seperti dalam hal tarekat, beliau mengikuti Tarekat Sammaniyah.

Bahkan dalam berpakaian pun ketika mengisi pengajian, beliau sangat mirip dengan ulama kharismatik asal Martapura ini, yakni baju putih dengan serban besar di kepala.

Untuk diketahui,Guru Zuhdi merupakan salah satu ulama kharismatik di Banjarmasin. Pengajian yang biasanya di gelar di Masjid Jami, Sabilal Muhtadin, Masjid Kota Citra Graha tak pernah sepi.

Puluhan ribu jemaah selalu memadati pengajian untuk menimba ilmu. Kabar meninggalnya Guru Zuhdi tentunya memberikan duka yang mendalam bagi murid, jemaah maupun masyarakat Banjarmasin.

Terbukti sejak tadi pagi, para jemaah berdatangan baik Masjid Jami Sungai Jingah, tempat pengajian rutin guru Zuhdi maupun Masjid Kota Citra Graha.

Adapun terkait meninggalnya Guru Zuhdi dikonfirmasi perwakilan pihak keluarga. “Kabar dari Jakarta menang beliau menghembuskan nafas di pukul 6.35 waktu Jakarta,” ucap Ustadz HM Rasyid Ridho.

Rasyid Ridho meminta, atas nama keluarga agar masyarakat maupun jema’ah hanya cukup mendoakan di rumah. Untuk menghindari terjadinya hal yang tak diinginkan.

Mengingat, kondisi Banjarmasin saat ini tengah menerapkan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskal Besar (PSBB). “Karena melihat kondisi keadaan seperti saat ini kami meminta untuk mendoakan di rumah,” pungkasnya. (sah/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya