Soal Perpanjang PSBB Tunggu Hasil Evaluasi

Banjarmasin, KP – Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Banjarmasin dijadwalkan berakhir, Kamis (21/05/2020).

Namun demikian, hingga kemarin Rabu (20/05/2020) Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin masih belum memastikan apakah PSBB bakal kembali diperpanjang atau tidak.

Ditanya soal ini, Walikota Banjarmasin Ibnu Sina yang sekaligus menjabat sebagai Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Banjarmasin mengatakan, keputusan itu akan didapatkan setelah adanya evaluasi.

“Siang ini atau mungkin besok hari kita evaluasi untuk PSBB tahap kedua,” ucap Ibnu di balai kota.

Ibnu pun memberi pandangan terkait pelaksanaan PSBB tahap dua ini. Ia mengklaim bahwa pelaksanaannya tentu lebih baik dari yang awal. Meski diakuinya di tahap dua ini juga ada beberapa kekurangan.

Salah satunya yang disoroti Ibnu soal terbentuknya empat satgas yakni Kesehatan, sistem pengaman kota (Sispamkota), Penegakan Perwali, dan Sosialisasi di PSBB tahap dua yang dilaksanakan sejak 7 -21 Mei.

Dengan adanya pembagian satgas tersebut, Ibnu menilai pelaksanaan PSBB tahap dua berjalan cukup efektif. “Dari keseluruhan yang terpenting adalah terbentuknya empat Satgas itu,” katanya.

Berita Lainnya
1 dari 1.611

Ia mengklaim yang cukup efektif di Satgas Kesehatan, sebab di PSBB hapa dua ini tracking untuk pencarian kasus cukup masif. Dengan didukung sebanyak 1.500 alat rapid test dan 2.000 alat rapid test cadangan, Ia yakin angka kasus positif Covid-19 semakin naik.

“Jangan terlalu alergi dengan angka (kasus) yang naik, karena ini merupakan angka hasil tracing. Karena ini yang harus kita temukan,” ucapnya.

Di sisi lain, Sispamkota di Banjarmasin juga terbantu dengan tiga daerah penyangga yaitu Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar dan Kabupaten Barito Kuala yang juga melaksanakan PSBB sejak 16 Mei 2020.

Kendati sejumlah ruas jalan tikus masih bisa dilewati, dia berkata pengamanan di ruas jalan utama sudah cukup maksimal dalam memperketat arus keluar masuk kota. “Sehingga kita bisa saling bersinergi,” tegasnya.

Namun dari segi penegakan peraturan wali kota yang dilaksanakan Satgas Perwali selama pelaksanaan PSBB, diakuinya sempat terjadi hambatan.

Di mana, pasar-pasar sekunder seperti toko konveksi sempat diminta tidak beroperasi selama tiga hari, sementara pekan ini memasuki musim Lebaran di mana para pedagang pasar sekunder berharap banyak dalam waktu-waktu ini.

“Kita temukan formula yang cukup untuk menjadi titik temu. Pasar sekunder boleh buka, tapi tetap menerapkan protokol kesehatan,” lugas Ibnu.

Protokol kesehatan yang dimaksud, yaitu wajib menggunakan masker, cuci tangan, serta tiap akses keluar masuk pasar harus dicek suhu tubuh. Langkah ini diambil agar dampak ekonomi selama pandemi Covid-19 bisa ditekan.

Berkaca dari evaluasi tadi, lantas apakah PSBB di Kota Banjarmasin akan diteruskan? “Lanjut (PSBB) atau tidak, protokol kesehatan harus tetap dijalankan. Karena akan menjadi kebiasaan baru kita kedepan, atau new normal,” pungkasnya. (sah/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya