Buher Tak Pernah Tinggalkan Lukisan Ayam

PRIA berwajah ganteng ini, keseharian berpribadi lembut, sopan dan hangat mengormati semua, tak hanya terhadap atasannya.

Begitu pula soal pendidikan, telah banyak diikutinya hingga luar negeri. Namun kalau urusan penanganan kasus, jangan ditanya. Karena sejumlah kasus besar pernah dipegang.

Inilah sosok Buher, panggilan akrab AKBP Budi Hermanto SIK MSi, yang seharinya anggota Polri.

Buher punya filosofi ayam kenapa. Ya tentunya mampu mengikuti ke mana manusia membawanya. Hewan ini sangat adaptif dan dapat dikatakan bisa hidup.

Artinya pula dimanapun ia ditugaskan bisa menjalankan. Lainnya, filosofi ayam karena selalu siap bertarung dan punya sisi baik berbagai kehidupan serta saling membagi.

”Makanya foto ayam jago pemberian istri waktu dari Bali tak pernah saya tinggal dan selalu dipajang di rungan kerja kemanapun saya bertugas,” ucap Buher.

Lukisan berukuran besar itu pula selalu menjadi perhatian Kapolda Kalsel, Irjen Pol Dr Nico Afinta SIK SH MH, yang sudah lama tahu tentang Buher. 

Berpengalaman dari berbagai daerah dimana dirinya menjabat, hingga kini Buher sebagai Wakil Direktur Reserse Narkoba Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel).

Buher, alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 2000. Dan namanya dikenal karena penuh prestasi ketika berdinas di Polda Metro Jaya.

Kalau di lapangan, dirinya terancam, maka bertindak bagaikan “macan”. Ia sebagai pemburu penjahat dengan jabatan di antaranya Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum hingga Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan.

Bahkan dipercaya menjadi Kanit Bunuh Culik Subdit Jatanras Dit Reskrimum Polda Metro Jaya.

Dimana sejumlah kasus besar dari pencurian dengan kekerasan, pemerkosaan dan pembunuhan hingga kasus-kasus melibatkan pesohor ibukota dan aksi kriminal preman kelas kakap diungkapnya.

Buher, dalam mengungkap suatu perkara pidana ternyata sejalan dengan strateginya mengomando tim yang sangat baik.

Ia bercerita kalau kemampuannya terasah sejak dipercaya menjadi Kanit Bunuh Culik Subdit Jatanras Dit Reskrimum Polda Metro Jaya.

“Saya selalu membuat catatan kecil di balik suatu pengungkapan. Kita tidak hanya melihat bagaimana golnya kasus terungkap, tapi ada rangkaian.

Loading...

Dari proses mulai persiapan, pelaksanaan dan evaluasi setelah selesai,” ungkap Buher.

Pada catatan kecil tersebut lanjut Perwira Menengah Polri yang pernah mengikuti pendidikan kejuruan kursus pengawasan di Federal Bureau of Investigation (FBI) Amerika Serikat pada 2011, selalu melakukan pembagian tugas yang jelas kepada para kepala tim dan anggota.

Sehingga melakukan analisa dan evaluasi apa yang sedang dan sudah dikerjakan.

“Catatan kecil bagi saya yang harus dilaksanakan bagi tingkat manajer,” ucap pria kelahiran Pekanbaru 10 November 1976 ini.

Sebelumnya, Buher pernah menjabat Kapolres  Batu dan Kapolres Blitar di Polda Jawa Timur.

Ia memimpin Polres Batu selama 2 tahun 3 bulan pada periode 2017 hingga 2019, dan  dikenal sebagai Kapolres penuh inovasi. Sejumlah kreasi lahir dari ide cemerlangnya yakni Program Polisi wisata bertujuan membantu melayani dan menjaga keamanan serta kenyamanan para wisatawan yang mengunjungi destinasi wisata di Kota Wisata Batu.

Kemudian Buher juga menginisiasi terciptanya aplikasi Apel Batu, sebuah aplikasi Android yang dapat membuat masyarakat berinteraksi dengan Polres Batu kapan pun dan dimanapun melalui ponsel.

Polres Batu pun berhasil meraih penghargaan Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) berkat sejumlah inovasi pelayanan publik yang bebas pungutan liar.

Semasa menjadi Kapolres Blitar, Buher juga mampu memberikan kesan mendalam bagi anggota dan masyarakat.

Meski hanya berlangsung singkat yaitu lebih kurang 4 bulan menjabat dan harus meninggalkan Kabupaten Blitar untuk bertugas ke Polda Kalsel.

Namun, Buher sebelum melangkah ke Mapolda Kalsel, di posisi yang ia tinggalkan itu telah membuat Program “Blitar Berbagi Senyum”.

Buher memberikan Al-Qur’an braile, kursi roda dan kaki palsu bagi kaum disabilitas.

Bahkan Polres Blitar dikomando Buher, bersama Yayasan Kinasih berhasil menghasilkan karya bernilai ekonomi seperti batik ciprat yang sukses menembus pasar internasional.

Ternyata ketika baru bertugas di Polda Kalsel, Buher pada 13 Maret 2020, `ukir sejarah’ bersama tim-nya pengungkapan kasus tindak pidana narkoba.

Penyelundupan 208 kilogram shabu-shabu dan 53.969 butir ekstasi berhasil digagalkan dan diaprisiasi Guberbur Kalsel, H Sahbirin Noor, Ketua DPRD, DR (HC) H Supiah HK SH MH, para tokoh ulama, masyarakat dan lainnya.

Bertugas di Reserse Narkoba bukanlah spesialisasi Buher. Dia pengalaman justru di Reserse Kriminal. Namun mampu mengikuti kemana dan dimanapun ditugaskan. (Aqli)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya