Bupati Balangan Pimpin Apel Karhutla

Paringin, KP – Bupati Balangan, H Ansharuddin memimpin apel pasukan dan kesiapan sarana prasarana (Sarpras) dalam mengantisipasi dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) 2020 di Lapangan Tugu Maritam, komplek perkantoran, Selasa (23/06).


Apel bersama diikuti personil gabungan dari berbagai unsur diantaranya TNI-Polri, Satpol PP, BPBD dan pihak swasta perwakilan perusahaan-perusahaan dan unsur lainya.


Gelar pasukan dan Sarpras dalam rangka kesiapsagaan dalam mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan mengingat akan tibanya musim kemarau yang rentan terjadi kebakaran hutan dan lahan.


Bupati H Ansharuddin mengatakan, tujuan dilaksanakannya apel pasukan dan Sarpras ini salah satunya menyamakan persepsi untuk melangkah dan menyatukan tekad dalam menanggulangi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Balangan.


“Kita semua harus saling bahu membahu mempersiapkan diri dalam mengantisipasi dan siap menanggulangi terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Balangan,” ujar Ansharuddin, kepada awak media.

Berita Lainnya
1 dari 468


Masih dalam rangkaian upacara, usai menyampaikan sambutan Bupati Balangan didampingi Kapolres, Dandim 1001/Amt-Blg, Ketua DPRD Balangan, Kepala BPD memeriksa (meninjau, red) kesiapan sarana prasarana yang dimiliki perseonil.


Sementara Kapolres Balangan AKBP Nur Khamid menjelaskan, kegiatan apel gabungan dilaksanakan guna memastikan kesiapsiagaan personel dalam menanggulangi kebakaran hutan dan lahan di Bumi Sanggam.


Ia berharap, seluruh intansi dan para pemangku kepentingan (stakeholder) sudah seharusnya berkoordinasi dan bersinergi dalam menanggulangi Karhutla, sehingga dampaknya dapat minimalisir seperti kabut asap dan rusaknya lingkungan.


“Setiap instansi dan stakeholder yang tergabung dalam Satgas Karhutla, bersama-sama mempersiapkan diri dalam mengantisipasi dan menanggulangi kebakaran hutan dan lahan, agar Kabupaten Balangan terhindar dari bencana asap,” tegasnya.


Orang nomor satu di lingkungan Polres Balangan itu menghimbau kepada masyarakat dan perusahaan untuk tidak membakar lahan atau hutan, karena selaian akan mengakibatkan dampak kabut asap dan hal itu akan berkonsekuensi dengan hukum.


“Kalau ada masyarakat ataupun perusahaan ketahuan membakar hutan akan diberikan/dikenakan sanksi hukuman,” pungkasnya. (Jun/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya