Dampak Covid-19 Warga Miskin Baru di Banjarmasin Melonjak

BANJARMASIN, KP – Anggota komisi IV DPRD Kota Banjarmasin, Taufik Husin mengatakan, wabah Virus Corona atau Covid-19 tak hanya berdampak pada krisis kesehatan, tapi juga sosial ekonomi.

Menurutnya, hampir seluruh kegiatan usaha tergerus akibat penanganan Covid-19 yang membutuhkan protokol kesehatan. Hal ini membuat lonjakan tingkat pengangguran pun terjadi, bahkan diprediksi jumlah kemiskinan baru selama Covid-19 akan mengalami lonjakan.

Menghadapi kondisi itu, Taufik Husin meminta, agar Pemko Banjarmasin untuk mempersiapkan sejumlah program strategis agar permasalahan sosial ini mampu teratasi dan tidak mengakibatkan dampak parah.

” Salah satunya seperti dengan lebih mengintisifkan lagi Memberdayakan Keluarga Miskin Menuju Sejahtera atau disebut Program Makin Mesra,“ kata Taufik Husin,

Kepada KP Kamis (4/6/2020) Taufik Husin menjelaskan menjelaskan, Program Makin Mesra yang digulirkan Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina dan sudah dirintis Dinas Sosial Kota Banjarmasin ini sudah direalisasikan dalam tahun 2019 .

Menurutnya, program untuk mempercepat pengentasan kemisikinan merupakan amanat Peraturan Daerah (Perda) Nomor : 14 tahun 2011 tentang Penanggulangan Kemiskinan Kota Banjarmasin.

Selain itu lanjutnya, sesuai Peraturan Presiden (Perpres) Nomor : 2 tahun 2015 tentang Rencanana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Nasional 2015-2019 diamanatkan program pengetasan kemiskinan merupakan tanggung jawab bersama.

Anggota dewan dari F-PDIP ini menandaskan, upaya pengentasan kemiskinan menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi Pemko Banjarmasin untuk segera dituntaskan. Masalahnya, karena jumlah warga miskin yang menerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) di kota Banjarmasin masih tergolong cukup tinggi, ditambah.

Berita Lainnya
1 dari 2.987

” Belum lagi dampak dari wabah virus corona lonjakan pengangguran dan angka kemiskinan baru akan bertambah,” ujarnya.

Dikemukakan, berdasarkan laporan dari Dinas Sosial, angka kemiskinan tertinggi di Kota Banjarmasin jika ditelisik berada di Kecamatan Banjarmasin Selatan. Angka ini berdasarkan warga yang menerima bantuan rumah tangga miskin yang dikucurkan pemerintah melalui PKH sebanyak 11.653 rumah tangga.

Urutan kedua ada di wilayah Kecamatan Banjarmasin Barat dengan jumlah 9.050 rumah tangga miskin, disusul urutan ketiga Banjarmasin Utara 7.922 rumah tangga, dan keempat Kecamatan Banjarmasin.

Timur 6.573 rumah tangga miskin. Sedangkan paling sedikit Kecamatan Banjarmasin Tengah yang hanya mencapai 5.845 rumah tangga.

Sebelumnya untuk mengatasi dan mengentaskan kemiskinan, Pemko Banjarmasin membuat terobosan. Salah satunya dengan memprogramkan Memberdayakan Keluarga Miskin Menuju Sejahtera atau Makin Mesra.

Program penanggulangan kemiskinan berkode Makin Mesra tersebut dalam pelaksanaannya melibatkan langsung masyarakat miskin yang memiliki potensi usaha dengan diberikan bimbingan serta pelatihan maupun permodalan.

Lebih jauh Taufik Husin mengatakan, upaya untuk mengentaskan masalah kemiskinan bukan semata tanggung jawab pemerintah pusat dan pemerintah daerah, tetapi juga dituntut partisipasi pihak swasta atau dunia usaha lainnya.

“Saya optimis, jika pemerintah pusat, Pemerintah Daerah dan pihak swasta bersama-sama dan secara terkordinasi melaksanakan seluruh apa yang diprogramkan, maka upaya pengentasan permasalahan kemiskinan bisa dilakukan lebih optimal lagi. Termasuk dalam menghadapi dampak virus corona saat ini,“ demikian kata Taufik Husin. (nid/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya