Mentan Tindaklanjuti Kesiapan Pulpis Jadi Lumbung Pangan

Pulang Pisau, KP – Menteri Pertanian Ripublik Indonesia, Syahrul Yasin Limpo kembali melakukan kunjungan kerja (Kungker) di Kabupaten Pulang Pisau, tepatnya Desa Gadabung Kecamatan Pandih Batu, kemarin (11/6). Kunjungan kali ini untuk membahas soal ketahanan pangan, terkait lokasi eks PLG di wilayah Bumi Handep Hapakat.

Kedatangan Mentan RI, Syahrul Yasin Limpo didampingi Gubernur Kalimantan Tengah H Sugianto Sabran, di Desa Gadabung, Kacematan Pandih Batu itu disambut Bupati Pulang Pisau, H Edy Pratowo beserta jajarannya.

“Kedatangan saya ke Kabupaten Pulang Pisau saat ini diperintahkan Bapak Presiden untuk membahas dan menindaklanjuti kesiapan Kalteng menjadi lumbung pangan nasional, yang sebelumnya juga sudah kita bicarakan. Rencananya Bapak Presiden RI yang akan mengunjungi lokasi ini, namun hal tersebut di tunda,” kata Mentan RI, Syahrul Yasin Limpo

Dia mengungkapkan Negara saat ini tengah menghadapi masalah serius terutama dengan menghadapi pandemi Covid 19.

Hal tersebut, lanjutnya, juga berdampak pada ketahanan pangan Negara, sehingga pemerintah pusat mempersiapkan ketahanan pangan tersebut dengan memprioritaskan lumbung-lumbungan pangan diwilayah indonesia yang subur ini.

Berita Lainnya

BPBD Gelar Rakor Penanganan Darurat Karhutla

1 dari 112
Loading...

“Pertanian akan menjadi pokok utama dalam kemajuan ekonomi karena semua orang perlu makan. Dengan bertani atau bercocok tanam dipastikan masyarakat tidak akan kelaparan dan dapat menghadapi krisis pangan,” tegasnya

Lanjutnya, dengan dukungan semua pihak, diharapkan program Pemerintah Pusat ini dapat dikembangkan lagi tidak hanya sebatas pertanian padi, akan tetapi juga jagung, sayur-sayuran, serta buah-buahan.

“Presiden telah mencanangkan Kabupaten Pulang Pisau menjadi daerah pertanian moderen (modern farm) dan menjadi percontohan dalam pelaksanaan dan pengerjaannya modern farm. Kita harapkan ini dapat didukung oleh semua pihak,” tandasnya

Sementara Bupati Pulpis, H Edy Pratowo menjelaskan bahwa luasan lahan eksisting yang akan digarap untuk program food estate yang akan dilaksanakan di Pulpis kurang lebih 85.000 hektar dengan perkembangannya nanti akan dilakukan secara bertahap dengan perencanaan dari pihak Provinsi dan Kementrian.

Dia menambahkan, lahan eksisting tersebut sebagaian besar telah memiliki penggarapnya. Oleh karena itu, pihaknya berharap agar sumber daya manusia (SDM), dalam pelaksanaan food estate itu diprioritaskan warga setempat.

“Terima kasih atas kepercayaan dari Presiden RI menunjuk Pulang Pisau menjadi salah satu lumbung padi ketahanan pangan nasional. Kami hanya menyampaikan karena lahan ini adalah eksisting tentu sudah ada penggarapnya dari masyarakat trans disini. Oleh karena itu kami berharap SDM yang digunakan dalam program food estate itu diprioritaskan warga kami,” pungkasnya. (sgt/K-10)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya