Operasi Ketupat Intan 2020 Tingkat Pelanggaran Menurun

211

BANJARMASIN, KP- Operasi Ketupat Intan 2020 yang berlangsung selama 37 hari yang dilaksanakan Satuan Lalu Lintas Polresta Banjarmasin tingkat pelanggaran mengalami penurunan.

Hal ini diungkapkan Kasat Lantas Polresta Banjarmasin Kompol Gustaf Adolf Mamuaya SE SIK bahwa selama Operasi Ketupat Intan 2020, jumlah pelanggaran yang terjadi mengalami penurunan jika dibanding tahun sebelumnya.

Dimana, Operasi Ketupat Intan 2020 sendiri dilaksanakan selama 37 hari, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang hanya digelar dengan jangka 14 hari.

“Operasi Ketupat Intan tahun 2020 ini jangkanya lebih panjang dibandingkan tahun 2019 lalu, namun tingkat pelanggaran yang terjadi justru cenderung menurun” jelas Gustaf ke awak media, Senin (1/6) siang.

Berita Lainnya

Bocah ‘Lawan’ Perampas HP Berkedok Ojol

Sembilan Motor Balapan Liar Terjaring

Loading...

Namun begitu, berbeda dengan hal pelanggaran, Kasat mengatakan untuk kecelakaan lalu lintas yang justru mengalami peningkatan.

“Dalam Operasi Ketupat Intan 2020 ini ada 3 kejadian, yang mana korban meninggal 2 orang, luka berat 1 orang dan luka ringan 1 orang,” tuturnya.

Selain itu, pada tahun ini Operasi Ketupat Intan yang dilakukan juga lebih berbeda dengan tahun sebelumnya, pihaknya lebih banyak mengedepankan upaya himbauan terkait pencegahan virus Covid-19.

Dari giat Operasi Ketupat Intan 2020 ini pihak berhasil menjaring sebanyak 257 pelanggar, sementara pada Operasi Intan 2019, terjadi 272 pelanggaran

“Jenis pelanggaran yang terjadi di tahun 2020 inimasih didominasi pengendara yang masih belum tertib soal penggunaan helm, serta kelengkapan surat menyurat” ujarnya. (Yul/K-2)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya