Pasar Mulai Diserbu Pembeli

Banjarmasin, KP – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin tak memperpanjang lagi PSBB seiring berakhirnya masa pemberlakuannya pada 31 Mei.

Banjarmasin juga tak bisa menerapkan New Normal lantaran tak memenuhi syarat, sebab kasus penularan CoVID – 19 atau virus corona masih tinggi.

Namun begitu, Pemko menetapkan situasi tanggap darurat pasca PSBB. Ini mengacu pada masih diberlakukannya situasi tanggap darurat oleh Pemerintah Pusat.

“Kami akan membuat SK disiplin di gugus tugas dan memberikan mandat kepada Dandim sebagai komando, penegakannya sesuai amanat undang-undang. kami berharap ini semua bisa ditaati seluruh warga kota,” ujar Walikota Banjarmasin Ibnu Sina.

Ibnu pun mewanti-wanti masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan, kendati PSBB tak diberlakukan lagi. Termasuk melakukan pengetatan wilayah berskala kecil di tingkat kelurahan guna mencegah penularan.

“Bukan berarti setelah PSBB semuanya bebas, tidak boleh seperti itu karena ada ancaman bahwa grafik penyebaran CoVID – 19 dan kasus positif masih tinggi, belum ada arah untuk melandai,” imbuhnya.

Ini merupakan salah satu bentuk ikhtiar Pemko, dengan harapan pencegahan penularan wabah bisa ditekan dengan melibatkan peran serta dan kesadaran dari masyarakat langsung.

Namun seiring berakhirnya masa PSBB masyarakat juga mulai bergerak bebas memadati tempat keramaian. Tak terkecuali pasar yang memiliki tingkat kerawanan penularan cukup tinggi.

Berita Lainnya
1 dari 1.418
Loading...

Jumlah kunjungan masyarakat ke pasar-pasar tradisional pasca PSBB dilaporkan mengalami peningkatan. Bahkan di Pasar Sentra Antasari yang menjadi salah satu klaster penularan juga terjadi hal yang sama.

Hal ini diungkapkan Kepala Bidang PSDP dan Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperdagin) Kota Banjarmasin, Ichrom M Tesar, Senin (01/066/2020).

Tesar mengatakan bahwa, peningkatan kunjungan ini didapat sesuai hasil laporan dan pemantauan di lapangan. “Tingkat kunjungan masyarakat dari hari ke hari kian meningkat, apalagi hari ini. Itu terpantau dari hasil laporan yang masuk, Pasar Lima dan Pasar Baru cukup Banyak. Pasar Antasari juga kami melakukan peninjauan ke sana cukup banyak,” bebernya.

Kendati demikian, Tesar mengklaim saat ini ketaatan warga pasar tradisional untuk penerapan protokol kesehatan, khususnya dalam hal penggunaan masker sudah tinggi. Bahkan angkanya mencapai sekitar 80 – 90 persen.

“Walaupun beberapa di blok pasar masih ada beberapa yang masih belum taati, hanya menggantungkan saja atau tak memakai sama sekali” ucapnya.

Upaya mengedukasi masyarakat melalui sosialisasi memang sudah dilakukan sejak pelaksanaan PSBB, hingga saat ini. Ia mengaku pihaknya tak pernah bosan untuk terus mengingat masyarakat untuk terus menerapkan protokol kesehatan.

“Kami bersama instansi vertikal lainya terus memberikan imbauan ke masyarakat untuk bisa melaksanakan protokol kesehatan. Pada saat PSBB kami juga rutin melakukan edukasi, memang banyak yang gunakan masker tapi kalau diukur dari tingkat ketaatan alhamdulillah sekarang jauh lebih banyak,” jelasnya.

Ke depan, selain sosialisasi pihaknya juga memiliki program untuk memberikan tanggungjawab moril kepada para pedagang untuk terlibat dalam upaya pencegahan penularan virus corona dengan menyediakan hand sanitizer di toko-toko. Dengan cara memberikan stiker informasi.

“Mudah-mudahan kita diukung anggaran kita bisa membuatkan stiker yang berisikan tulisan toko ini wajib menggunakan masker dan menyediakan hand sanitizer,” pungkasnya. (sah/K-3)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya