Pemprov Kalsel Targetkan 2.500 Tempat Tidur untuk Tangani Covid

PEMERINTAH PROVINSI Kalimantan Selatan melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 menargetkan 2500 tempat tidur untuk penanganan wabah Covid 19.

“Untuk mengatasi peningkatan kasus positif, ditargetkan untuk 8 rumah sakit rujukan Covid 19 terdapat 1500 buah tempat tidur dan pusat karantina sebanyak 1000 buah tidur,” kata Wakil Ketua Harian Gugus Tugas Hanif Faisol Nurofiq saat Monitoring dan Evaluasi penanganan Covid 19 di Kabupaten Tanah Bumbu, Minggu (14/6) lalu.

Tiga pusat karantina khusus saat ini sudah terisi peserta karantina yaitu di Gedung BPSMD Kampus I dan II serta Bapelkes sementara karantina asrama haji sedang dikondisikan,” papar Hanif bersama Ketua harian Gugus Tugas Abdul Haris dan LO BNPB Pusat Brigjen Purn Syahyudi.

Sesuai arahan Gubernur Kalsel, Gugus Tugas Kalsel juga meminta rumah sakit non rujukan di kabupaten/kota memperkuat layanan kesehatan guna penanganan Covid 19.

Gugus Tugas Provinsi juga memfasilitasi karantina khusus Stagen di Kotabaru.

Hal ini mengingat kabupaten Kotabaru memiliki geografis luas dan kepulauan.

Sementara itu berdasarkan  data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Provinsi Kalsel, Senin (15/6) petang, dilaporkan ada 20 kasus dinyatakan bebas Covid 19 baik berasal dari rumah sakit rujukan maupun karantina khusus di Banjarbaru.

Berita Lainnya

Santri Ponpes Darussalam Patuhi Pakai Masker

Gubernur Gelar Salat Hajat Bersama Ulama

1 dari 377
Loading...

Total kasus sembuh hingga saat ini 253 kasus.

Sementara temuan kasus positif sebanyak 66 kasus. Penambahan kasus didominasi hasil temuan kegiatan surveilance epidemiologi tracing.

Total kasus positif hari ini 1953 kasus, 1569 kasus diantaranya sedang dirawat di RS, melakukan isolasi mandiri serta menjalani karantina khusus.

Sementara yang meninggal akibat covid sebanyak 131 kasus. Ada 3 kasus meninggal akibat Covid per hari ini.

Sedangkan jumlah kasus PDP hari ini tercatat 261 pasien. Kemudian Total ODP hari ini 879 orang.

Ketua Harian Gugus Tugas H Andul Abdul Haris makkie mengatakan strategi yang dilakukan untuk memutus mata rantai penularan adalah dengan memasifkan kegiatan 3T (Tracking, tracing, testing) oleh tim surveilans epidemiologi.

“Jadi lonjakan kasus karena imbas dari kegiatan masif 3T agar terduga positif yang masih di luar dapat ditangani lebih cepat guna mencegah penularan lebih luas,” kata Haris.

Selanjutnya, sosialisasi dan edukasi melalui tim KIE.

“Sosialisasi dan mengedukasi agar protokol kesehatan menjadi kebiasaan di masyarakat,” kata Haris saat Monitoring dan Evaluasi Penanganan Covid 19 di Kotabaru baru-baru tadi.(adv/K-2)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya