Beruntung Bisa Dibantu Pendaftar Kabupaten Tetangga

Total kuota pendaftaran 256 itu rencananya untuk mengisi delapan rombel (rombongan belajar) yang sudah disediakan, tetapi masih ada 113 pendaftar sehingga tiga rombel belum terisi

BANJARMASIN, KP – Sejumlah SMP Negeri di Banjarmasin masih kekurangan pendaftaran. Padahal pelaksanaan PPDB online sistem zonasi sudah dinyatakan selesai dan sudah memasuki masa daftar ulang.

Sebut saja SMP Negeri 13 Banjarmasin yang terletak di Kecamatan Banjarmasin Utara. Sekolah ini masih kekurangan 113 pendaftar dari kuota yang disediakan sebanyak 256 siswa.

“Yang mendaftar lewat zonasi, afirmasi, termasuk offline ada 143 orang,” ungkap Kepala SMPN 13 Banjarmasin, Zainal Hakim saat dihubungi melalui telepon, Selasa (14/07/2020).

Zainal menjelaskan, total kuota pendaftaran 256 itu rencananya untuk mengisi delapan rombel (rombongan belajar) yang sudah disediakan. Akan tetapi karena masih ada 113 pendaftar yang kekurangan, sehingga tiga rombel belum terisi.

“Rencana ada delapan rombel. Setiap rombel maksimal ada 32 siswa. Yang dapat cuma lima rombel. Jadi masih kurang tiga,” jelasnya.

Zainal menyadari bahwa proses PPDB sebenarnya secara resmi sudah dinyatakan selesai pada 4 Juli lalu. Dan waktu penambahan jalur offline juga selesai pada 13 Juli kemarin.

Tapi apa boleh buat, mengingat keperluan untuk mengisi tiga rombel masih banyak, mereka pun mau tak mau masih membuka pendaftaran sembari melaksanakan proses daftar ulang.

“Resminya sebenarnya sudah tutup. Tapi karena masih kurang jadi masih kami terima siswa yang mau masuk. Jadi sambil daftar ulang kami masih nerima,” katanya.

Ia mengungkapkan, beruntung sekolah ini juga berdekatan dengan kabupaten tetangga (Barito Kuala) sehingga siswa dari kabupaten sebelah yang memilih pendaftar di sekolahnya juga sangat membantu untuk membenahi kekurangan.

Disisi lain, yang menjadi persoalan akibat kekurangan ini empat guru di sekolah itu juga harus mencari jam tambahan di luar guna memenuhi sertifikasi yang mereka butuhkan.

“Kami tak bisa menunggu karena sudah masuk tahun ajaran baru sehingga sudah ada pembagian tugas. Akibatnya ada empat  guru yang menambah jam di luar. Tapi alhamdulillah sudah dapat semua,”jelasnya.

Lebih lanjut, Zainal menjelaskan alasan mengapa sekolah itu kekurangan pendaftar dikarenakan lokasinya yang berdekatan dengan beberapa sekolah keagaman. Seperti pondok pesantren dan Tsanawiyah.

“Dari penelusuran kami, karena sekolah kami ini berdekatan dengan sekolah lain yang berbasis agama. Mungkin disitu ada pilihan masyarakat di sana,” ujarnya.

Berita Lainnya
1 dari 1.383
Loading...

Kondisi ini diperparah dengan jumlah SMPN lain yang juga terletak di wilayah Kecamatan Banjarmasin Utara. Bahkan ada yang jaraknya tidak sampai satu kilometer.

“Di Utara ini ada 10 SMPN. Kami ini juga berdekatan dengan SMPN lain, seperti 32, 29, yang jaraknya tidak terlalu jauh. Juga di depan ada lagi SMPN 21 dan 15 yang lokasinya satu Kecamatan,” bebernya.

Nasib serupa juga dialami SMPN 29 yang lokasinya tak jauh dari SMPN 13. Sekolah penyandang penghargaan Adiwiyata Tingkat Nasional ini juga kekurangan pendaftar.

Dari empat rombel yang disediakan hanya terisi tiga. “Masih, rencana itu awal ada empat robel di cari, tapi ini ada dapat tiga, “ucap Ketua PPDB SMPN 29, Fatmi Nastiti yang juga merupakan guru di sekolah tersebut.

Kendati kekurangan satu rombel, nasib guru di sana masih beruntung tak sampai harus mencari jam tambahan di luar. Sehingga pihaknya tak perlu membuka kembali pendaftaran.

“Sudah pas. Untuk guru-guru jadi nggak ada masalah. Jadi nggak ada guru satupun yang bakal keluar,” bebernya.

Tak berbeda dengan SMPN 13, sekolah itu juga berada di perbatasan dengan Batola sehingga juga banyak siswa dari kabupaten tetangga yang mendaftar di sana.

Dari 95 pendaftar yang diterima, ada 25 siswa merupakan berasal dari kabupaten Batola. “Jadi zonasi dapat 11, afirmasi ada 9. Sisanya jalur offline 75. Dan ada 25 dari Batola,” beber Fatmi.

Adapun Kepala Dinas Pendidikan Banjarmasin Totok Agus Daryanto menjelaskan, hingga saat ini masih belum diketahui berapa jumlah sekolah yang masih kekurangan pendaftar setelah jalur offline ditutup pada 13 Juli lalu.

“Kami masih belum dapatkan laporan. Kemarin kan pendaftaran sampai 13 Juli, sekarang prosesnya daftar ulang. Kemungkinan hari Jumat sudah ada informasi perubahan komposisinya bagaimana bertambah berapa,” ujar Totok

Totok menjelaskan, meski ada beberapa sekolah yang masih kekurangan maka sekolah tersebut harus tetap menyelenggarakan pelajaran. Sebab menurutnya ini sifatnya kekurangan. Bukan tidak ada sama sekali.

“Karena bukan berarti tidak ada muridnya. Selama dia bisa menyelenggarakan setidaknya satu kelas, SMP itu masih bisa dikatakan layak untuk jalan,” ungkapnya.

Selain itu Totok mengakui, yang menjadi kendala akibat kekurangan pendaftar ini adalah guru yang  harus mencari jam tambahan di sekolah lain guna sertifikasi mereka. Sehingga kemungkinan akan dilakukan pergeseran nantinya.

“Gurunya itu kan akan kelebihan. Nah itu yang akan kita geser apabila dalam perkembangannya (sekolah) dalam tanda kutip tak lagi diminati oleh masyarakat,” pungkas Totok. (sah/K-3)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya