Cegah Narkoba Satgas TMMD Beri Penyuluhan

Marabahan, KP – Berbagai penyuluhan dan sosialisasi merupakan rangkaian kegiatan non fisik dari program terpadu TMMD ke-108 Tahun 2020 Kodim 1005/Marabahan yang sudah terprogram dan terjadwalkan oleh Kodim 1005/Marabahan sebagai penyelenggara TMMD ke 106 di wilayah Kecamatan Tabunganen, Sabtu (18/07/2020) lalu.

Penyuluhan Narkoba pada kegiatan TMMD non fisik, Seperti yang disampaikan Pasiter Kodim 1005/Marabahan Kapten Cpl Dwi Suhandiwan mengajak peran serta generasi muda untuk mencegah peredaran dan penyalahgunaan Narkoba.

TMMD non fisik kali ini diikuti warga masyarakat Desa Sungai Telan Besar

“Oleh karena itu, mulai saat ini, selaku pemuda-pemudi generasi penerus bangsa, harus sigap dan waspada akan bahaya Narkoba yang sewaktu-waktu dapat menjerat. Harapan kita, akan lahir generasi yang cerdas dan tangguh di masa yang akan datang. Sayangi masa depan, hindari penggunaan Narkoba,” ajaknya.

“Penyalahgunaan Narkoba di kalangan remaja dan orang dewasa akhir-akhir ini sangatlah meningkat tajam. Dengan adanya program TMMD non fisik ini menjadi sebuah ajang bagi kita untuk dapat mencegah laju peredaran Narkoba dikalangan generasi muda pada umumnya,” lanjutnya.

Masyarakat setempat sangat menyambut baik dengan adanya kegiatan non fisik TMMD berupa penyuluhan bahaya Narkoba ini, sebab tujuannya mencegah peredaran dan penyalahgunaan Narkoba.

Penyuluhan pada program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 108 TA 2020 ini diharapkan dapat menjadi solusi untuk dapat lebih peduli terhadap masyarakat pada umumnya dan generasi muda penerus bangsa khususnya.(agung)

Berita Lainnya

Batola dan Kejari Jalin Kerjasama Penanganan Hukum

Kodim 1005 Luncurkan Tim Mobile

1 dari 168
Loading...

Harga Jeruk Anjlok, Petani Resah

Marabahan, KP- Pandemi Covid-19 membawa dampak yang kurang menguntungkan bagi petani jeruk di  Kabupaten Barito Kuala (Batola), jeruk asal batola yang biasanya diangkut menuju luar pulau kalimantan tidak bisa dipasarkan, hal ini membuat petani jeruk resah karena harga jeruk semakin anjlok dengan harga Rp 2000 -3000/kg.

Tidak bisanya jeruk keluar pulau kalimantan disinyalir akibat sulitnya transportasi angkutan masuk ke wilayah Banjarmasin karena pandemi covid-19.

Ayup petani jeruk desa sei kambat kecamatan Cerbon mengatakan harga jeruk saat ini semakin anjlok hanya Rp 2000 -3000 /kg, padahal sebelumnya harga jeruk minimal kisaran Rp 6000/kg.

“Tapi petani juga tidak bisa menahan hasil panen jeruk, tetap di jual walaupun harganya murah, ya mau gimana lagi,” jelasnya, kemarin di Marabahan.

Anjloknya harga jeruk, kadang petani jeruk menjual sendiri agar harga bisa sedikit naik menjadi Rp 5000/kg. Namun itu membutuhkan waktu agar terjual langsung habis.

“Berbeda kalau pembelinya langsung datang ke kebun, tapi ya itu tadi harganya anjlok,” paparnya.

Selain kebun sawit, karet, berkebun jeruk sebelumnya juga menjadi primadona bagi petani di Batola karena sangat menguntungkan. Produksi jeruk batola sebelum pandemi banyak keluar pulau, khususnya ke pulau jawa. Namum sejak pandemi covid-19 ini, produksi jeruk sulit untuk keluar, sehingga harga anjlok.

“Saya berharap anjloknya harga jeruk tidak lama, dan harha jeruk kembali normal seperti dulu lagi,” pungkasnya. (ang/K-6)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya