Kesehatan Ibnu Dipantau

Banjarmasin, KP – Masyarakat dan pemerintahan di Kalsel baru-baru dibuat gempar. Menyusul adanya kabar Walikota Banjarbaru, Nadjmi Adhani beserta istri dinyatakan terkonfirmasi positif CoVID-19.

Apa yang menimpa Nadjmi juga menjadi perhatian Walikota Banjarmasin Ibnu Sina. Dia pun mengaku mendapatkan imbauan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin, agar tetap memantau kesehatan hingga memperhatikan daya tahan tubuhnya.

“Apabila ditemukan ada keluhan seperti flu atau batuk, untuk segera melaporkan kepada petugas medis. Sampai saat ini belum ada gejala,” ujar Ibnu di balai kota, Selasa (28/07/2020).

Kondisi kesehatan Ibnu memang patut diperhatikan. Maklum, dia memang sempat bertemu Nadji pada saat Kunjungan Kerja Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, di gedung Mahligai Pancasila pada Sabtu (18/07/2020) lalu.

Ibnu dan Nadjmi saat memang sangat dekat. Pasalnya mereka duduk satu meja. “Ya saat arahan Mendagri. Saat itu kita semua pakai APD (alat pelindung diri). Pakai masker kemudian pakai sarung tangan. Saya bertiga dengan Bupati Tanah Bumbu,” bebernya.

Meski sejauh ini kondisi Ibnu masih baik-baik saja, dia mengungkapkan memang ada berencana untuk menjalani swab dalam waktu dekat. “Waktunya masih belum tau kapan,” katanya.

Berita Lainnya
1 dari 1.421
Loading...

Walikota Nadjmi saat ini tengah dirawat di RSUD Ulin. Sebagai kepala daerah, tentunya perawatan intensif untuk segera memulihkan kondisinya dan segar terbebas dari CoVID-19 diberikan dengan sebaik mungkin.

Pihak Rumah Sakit Ulin telah berkoordinasi dengan PMI untuk membantu memulihkan kondisi Nadjmi. Rencananya, metode terapi plasma konvalesen bakal dilakukan.

Kepala Unit Transfusi Darah Palang Merah Indonesia (UTD PMI) Kota Banjarmasin, dr Aulia Ramadhan Supit menjelaskan, terapi plasma konvalesen merupakan salah satu cara yang direkomendasikan WHO.

Kendati demikian, penanganan melalui metode terapi plasma konvalesen ini, tergantung dokter Rumah Sakit yang merawat pasien CoVID-19. “Ini kami masih berkoordinasi dengan tim dokter di RSUD Ulin,” ucapnya.

Dia menjelaskan, metode ini menggunakan plasma darah pasien CoVID-19 yang telah sembuh. Kemudian disalurkan kepada pasien yang masih dirawat. Karena darah pasien yang telah sembuh tersebut mengandung kekebalan atau antibodi.

Lebih lanjut, saat ini pihaknya sudah diminta pihak RSUD Ulin untuk menyiapkan plasma konvalesen. Tak hanya itu, plasma konvalesen juga sudah didatangkan dari Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto (RSPAD).

Namun, golongan darahnya di  plasma konvalesen yang didatangkan dari RSPAD berjenis A. Sedangkan Nadjmi golongan darah B.

“Jadi kalau memang minta dari kami, akan kami sediakan. Rata-rata pendonor ikhlas mendonorkan darahnya. Data pendonor juga kami dapat dari Dinkes dan RSUD Ulin,” tuntasnya. (sah/KPO-1)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya