Mayoritas Masyarakat Banjar Tahu Cara Cegah Covid-19

Martapura, KP – Bertempat di Command Center Barokah Martapura, Tim Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) Banjar merilis Hasil Survei Opini Publik tentang Akseptabilitas Masyarakat Kabupaten Banjar terhadap informasi Covid-19.

Kadis Kominfostandi HM Aidil Basith mengungkapkan, secara umum berdasarkan hasil survei, masyarakat Kabupaten Banjar mengetahui apa itu Covid-19 dan cara pencegahannnya.

Kabid Informasi dan Komunikasi Publik Eddy Elminsyah Jaya menjelaskan, survei dilakukan dengan 2 metode, yaitu cara daring dan tatap muka. Periodenya dari 23–25 Juni 2020, melibatkan 227 responden yang berumur minimal 17 tahun.

”Dengan target responden 6 kecamatan yang memberlakukan PSBB lewat metode Purposive Random sampling,” tandasnya.

Dengan tingkat kepercayaan 95%, nirpencuplikan ± 4,3%, lanjutnya, dalam survei ini memberi 20 pertanyaan. Dari 20 dipilih 5 pertanyaan paling penting yang menggambarkan bagaimana masyarakat menerima informasi Covid-19.

Berita Lainnya
1 dari 303
Loading...

”Pertama arti Social Distancing, masyarakat menjawab 77,4% tahu dan 22,6% belum tahu. Kedua, pertama kali mendapat informasi Covid-19, masyarakat ternyata mendapatkannya dari media televisi (30.5%). Ini sejalan dengan Survei Nielsen Television Audience Measurement (TAM) di 11 kota,” tandasnya.

Lalu mengetahui melalui media sosial, kemudian siaran keliling serta dari tetangga (dari mulut ke mulut).

Untuk pertanyaan ketiga, lanjut Edy, jika melihat orang melanggar protokol Kesehatan, apa yang akan dilakukan?. Ternyata lebih dari 62,5% menegurnya, 25,9% melaporkan ke aparat, ketua RT atau kepala desa. Namun ada 11,6% tidak peduli.

”Pertanyaan terakhir, Informasi apa paling dibutuhkan masyarakat saat pandemi, ternyata informasi Protokol Kesehatan paling dibutuhkan (20,94%), lalu Data Perkembangan Covid-19 (19,96%), berikutnya informasi Bantuan Sosial (19,70%) dan Keterangan Fasilitas Perawatan Covid-19 (19,70 %),” ungkapnya.

Kesimpulan hasil survei, tambahnya, masyarakat Kabupaten Banjar dalam hal literasi atau melek informasi Covid-19 di atas 50% dan tahu cara mencegahnya. Secara diseminasi informasi, khususnya di 6 enam kecamatan PSBB, sudah tahu Covid-19 dan pencegahannya. ”Jadi tinggal mekanisme agar masyarakat melaksanakan pencegahan tersebut secara konsisten, apakah lewat sanksi atau kebijakan–kebijakan yang lebih mengarah pada penindakan atau lainnya,” katanya.

Pihaknya sendiri sudah mengoptimalkan semua upaya informasi, baik dengan media yang tergabung dalam Jurnalis Banjar, Radio Suara Banjar, Intan TV, siaran keliling dan media sosial yang dimiliki Pemkab Banjar. (Wan/K-3)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya