Polda dan Kejati Kalsel “Usut Jika Ada Laporan Manipulasi Data Covid-19”

BANJARMASIN, KP – Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) dan Kejaksaan Tinggi (Kejati), secara bersama selalu melakukan pendampingan anggaran pusat yang turun ke daerah, untuk penanganan Covid-19.

Bahkan, terus memonitor arah anggaran yang dipergunakan. “Semua dilakukan agar bisa tepat saran, efektif dan efesien,” kata Kapolda Kalsel, Irjen Pol DR Nico Afinta SIK SH MH, kepada wartawan, usai diskusi penanganan Covid-19 dengan forkopimda di Kota Banjarmasin di ruang kerja Kapolresta, Senin (20/7/2020).

Kemudian ditanya soal isu berkembang adanya dugaan manipulasi data di rumah sakit soal pasien Covid-19.

Kapolda berjanji akan cek, bahkan mengusut jika ada laporan masuk terkait masalah tersebut.

Ia meminta kepada masyarakat untuk melapor ke polisi bila temukan indikasi manipulasi data dimaksud dan pasti diproses.

Sebelumnya soal penyampaian ada rumah sakit sengaja bikin pasien positif Corona, ditanggapi Menteri Kesehatan RI, dr Terawan Agus Putranto, ketika berkunjung ke Kalsel, Jumat (17/7) lalu.

“Kita akan melakukan pengecekkan ulang guna melihat ada tidaknya fraud atau penipuan terkait pasien yang dipositifkan Covid-19,” katanya saat berada di Ulin Tower Kompleks RSUD Ulin Banjarmasin.

Dikatakan, selain pengecekan juga verifikasi melalui BPJS. “Kami tinggal memverifikasi melalui BPJS dan nanti juga akan cek ulang untuk melihat ada atau tidaknya fraud ataupun masalah lain di situ,” jelasnya.

Sisi lain Polda Kalsel terus bergerak bersama pemerintah provinsi berupaya menekan penyebaran Covid-19.

Berita Lainnya

Kejari HSU Eksekusi Terpidana Kasus O2SN

Tambahan Kasus Baru 55 Orang

1 dari 1.622
Loading...

Bahkan menggalakkan Kampung Tangguh Banua (KTB) di setiap kelurahan dan desa di wilayah Kalsel, sekarang berjumlah 189 dan 52 ada di wilayah Banjarmasin.

KTB sebagai sarana bagi masyarakat itu sendiri dalam pencegahan dan lainnya.

“Polri dan TNI serta pemerintah setempat saling bersinergi untuk terus berupaya memutus mata rantai penyebaran covid,” tambahnya.

Kemudian disebut kapolda, kalau Kota Banjarmasin sebagai barometer maka dirasa perlu dirinya untuk datang bertemu dengan tiga Pilar Kota Banjarmasin beserta jajaran bersama-sama berdiskusi menyamakan persepsi bagaimana menanggulangi Covid-19.

Kemudian mengimbau walikota/bupati untuk menunggu instruksi atau Keputusan Presiden RI terkait penegakan disiplin protokol kesehatan.

Disini beberapa upaya yang harus disosialisasikan kepada masyarakat yakni dengan mendisiplinkan warga untuk selalu menggunakan masker.
Kemudian mencuci tangan pakai sabun dan jaga jarak.

Pada kesempatan itu, Kapolda Kalsel mengarahkan agar tiga pilar Kota Banjarmasin saling komunikasi dan koordinasi.

Namun, ditegaskan Kapolda Kalsel, kunci utama dari penanganan Covid-19 adalah disiplin dan kesadaran dari masyarakat itu sendiri.

“Karena apa yang dilakukan Polri, TNI dan Pemerintah Daerah tidak akan berhasil tanpa adanya peran dari masyarakat,” pungas kapolda (K-2)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya