Bangun Markah “Canggih” untuk Pesepeda

Sesuai aturan perundang-undangan lalu lintas, para pesepeda tentunya harus dilindungi, sama halnya bagi pejalan kaki, selain itu, markah canggih itu juga bertujuan agar para pesepeda bisa tertib, dan tak memakai jalur pengendara lainnya

BANJARMASIN, KP – Olahraga bersepeda atau yang kerennya biasa disebut gowes, kini tengah digandrungi warga kota. Tentunya kondisi ini harus diimbangi dengan ketersediaan fasilitas pendukung di jalanan.

Diketahui, jalur untuk pesepeda memang sudah tersedia di beberapa ruas jalan Banjarmasin. Jalur itu diberi markah berwarna hijau di bagian kiri jalan. Namun, tak jarang jalur ini digunakan pengendara lain.

Melihat kondisi ini, Dinas Perhubungan (Dishub) Banjarmasin berencana membangun markah yang lebih canggih. Dimana markah itu tak lagi hanya berbentuk cet. Tapi ditambah tiang pembatas yang bersifat elastis di atasnya.

“Kalau di DKI (Jakarta) kan pengamannya pakai kerucut. Kalau di sini tidak. Kita pakai pagar yang kalau ketabrak dia bisa balik lagi,” ujar Kepala Dishub Banjarmasin, Ichwan Noor Chalik.

Ichwan mengklaim, dengan adanya ditambah alat tersebut, pesepeda tentunya bakal lebih aman. Sebab ujarnya, sesuai aturan perundang-undangan lalu lintas, para pesepeda tentunya harus dilindungi. Sama halnya bagi pejalan kaki.

Selain itu, markah canggih itu juga bertujuan agar para pesepeda bisa tertib. Dan tak memakai jalur pengendara lainnya.

“Tujuannya jelas untuk mengamankan penggunaan jalan lain. Karena undang-undang kan mengamanahkan bahwa jalan itu tak hanya untuk kendaraan tapi juga pejalan kaki dan sepeda,”bebernya.

Berita Lainnya
1 dari 1.863

Lantas kapan jalur itu bakal dipasang? Ichwan mengungkapkan, pemasangan jalur pesepeda canggih itu bakal dilaksanakan tahun ini. Dimana dananya sudah diusulkan di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) perubahan 2020.

“Ini DED-nya (Detail Engineering Design) baru selesai. Kalau sudah selesai. Pasca perubahan ini langsung kami mainkan. Anggaran tak mahal, tak sampai miliaran. Di bawah 200 juta saja,” beber mantan Kasatpol PP Banjarmasin ini.

Untuk sementara lanjut Ichwan, pemasangan markah canggih itu bakal dilakukan di sepanjang Jalan Ahmad Yani dari kilometer satu hingga enam. Setelah itu beres, selanjutnya bakal juga di pasang di jalan lainnya.

“Untuk Ahmad Yani saja dulu. Baru nanti Hasan Basri. Di Ahmad Yani kita usahakan kalau bisa bolak-balik artinya 12 kilometer,” imbuhnya.

Selain rencana membangun markah canggih tersebut, Dishub juga bakal membangunkan parkir sepeda di beberapa titik, yang letaknya persis bersebelahan dengan halte bus trans Banjarmasin. 

Ichwan mengungkapkan, bahwa pembangunan parkir sepeda menyusul baru dikeluarkannya surat dari Menteri Perhubungan yang mengamanatkan seluruh kabupaten/kota di Indonesia harus memiliki fasilitas tersebut.

“Baru turun surat edaran dari kementerian kalau masing-masing kabupaten/kota di Indonesia  harus menyediakan parkir sepeda,” ungkapnya.

Adapun untuk pembangunan parkir sepeda itu juga berbarengan dengan pembuatan markah canggih. Sedang untuk titik awal bakal dibangun tak jauh dari depan komplek Dharma Praja, Jalan Ahmad Yani kilometer 4,5.

“Nanti kami bangun di depan Jalan Dharma Praja. Jadi bisa konek bagi pesepeda yang mau naik trans Banjarmasin,” tukas Ichwan. (sah/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya