Berbagai Kebijakan Diterapkan Bupati HSS Konsisten Lestarikan Hutan

Kandangan, KP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Hulu Sungai Selatan (HSS) konsisten melestarikan hutan, upaya ekspolitasi hutan besar-besaran di wilayah Loksado diminimalkan. Selain itu, berbagai kebijakan penghijauan juga dilakukan.

Bupati HSS Achmad Fikry menerangkan, secara hukum adat setempat, masyarakat di Loksado sudah ada aturan menebang pohon. Tetapi tambahnya, pemerintah juga harus ada strategi dalam menjaga hutan.

Achmad Fikry mengklaim, pihaknya terus menjaga hutan dengan membatasi penebangan pohon, terutama di wilayah Loksado.  “Jadi di Loksado itu, sampai sekarang kita masih bisa mempertahankan tidak ada eksploitasi hutan,” ujarnya, Selasa (4/8/2020) kemarin. 

Kelestarian hutan Loksado perlu dijaga ujarnya, karena sumber air berada di hutan Loksado. Adanya pohon, akan menampung air yang akan mengalir melalui Sungai Amandit, dan dimanfaatkan seluruh masyarakat. 

“Penduduk kita 89 persen berusaha sebagai petani, sedangkan hajat hidup petani adalah air,” terang Achmad Fikry, saat menerima kunjungan Normalina SP Mpd, mahasiswa S3 yang sedang melaksanakan penelitian disertasi.

Achmad Fikry mengungkapkan, kebijakan langkah yang dilakukan pihaknya selama lima tahun ini, dengan hanya membangun jembatan gantung di daerah hutan Loksado. Hal itu dimaksudkan, harapannya agar mobil besar tidak bisa masuk wilayah hutan untuk mengangkut kayu hutan.

“Jika mobil angkutan besar bisa masuk, maka fasilitas itu tidak mustahil bisa dimanfaatkan untuk memperjual-belikan kayu hutan,” ujarnya.

Berita Lainnya
1 dari 291
Loading...

Ia menuturkan, Pemkab HSS hanya membangun jembatan yang muat mobil kecil. Hal itu untuk sekedar bisa membawa hasil hutan oleh masyarakat, seperti karet, kayu manis, kemiri hingga kayu manis. 

“Alhamdulillah, mayoritas warga Loksado sangat memahami hal itu. Mereka sepakat, asal bisa membawa hasil pertanian,” tuturnya. 

Selain itu, dalam menjaga lingkungan pihaknya juga banyak berinovasi. Salah satunya program ‘Hijau Desaku’. Pada program itu, tiap desa dilakukan penanaman pohon dengan konsep tanggung jawab.

“Siapa yang menanam, dia yang berkewajiban untuk memelihara dan merawat pohon yang ditanamnya,” katanya. 

Berkat itu, pada 2015 lalu Pemkab HSS mendapat penghargaan terbaik pertama, sebagai daerah yang paling banyak menanam pohon. Penghargaan tersebut, diserahkan langsung Presiden Joko Widodo. Hal itu, berkat kebijakan tiap kegiatan peresmian, terlebih dahulu dilakukan penanaman pohon.

Normalina SP MPd, Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM) itu, mengambil Kabupaten HSS menjadi lokasi penelitian untuk disertasinya. Sebab, Bupati HSS dianggap memiliki inovasi dalam merubah mindset masyarakat untuk lebih mencintai lingkungan.

Sebelum ke Bupati, Normalina sudah melakukan penelitian di lapangan langsung. Seperti tokoh adat dan Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) Hulu Sungai. “Informasi kita dapat dari masyarakat, kita konfirmasi ke Bupati ternyata sesuai,” ungkap mahasiswa Program Studi S3 Pengolahan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup Berkelanjutan itu. (tor/K-6)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya