Bidang Kesehatan Paling Banyak Sedot Anggaran Covid

Banjarbaru, KP – Pemprov Kalsel awalnya mengalokasikan dana sebesar Rp200 miliar untuk penanganan covid-19, namun terjadi penambahan sebesar kurang lebih 180 miliar.


Wakil Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalsel, Roy Rizali Anwar, menyebut dana alokasi covid digunakan untuk tiga komponen. Pertama sektor kesehatan, ke dua jaringan pengaman sosial, dan ke tiga stimulan ekonomi.

Berita Lainnya

Aturan Kampanye Diperketat, Hati-Hati Kena Sanksi

Disbunak Kalsel Perkuat Kelembagaan Kelapa Sawit

1 dari 972
Loading...


Disebutkannya bidang kesehatan paling banyak menyedot anggaran. “Bidang kesehatan meliputi kebutuhan tenaga kesehatan (nakes) seperti insentif dan penginapan, logistik seperti APD, PCR, dan lainnya. Selain nakes dan logistik bidang kesehatan juga mliputiterakhir fasilitas kesehatan dan karantina pasien covid,” kata Roy.


Sementara itu, berdasarkan data update Kamis (13/8) terdapat penambahan kasus baru sebanyak 45 orang. Kasus baru berasal dari Tanah Laut 2 orang, Banjar 10 orang, HSS dan HSU masing-masing 1 orang, Tanah Bumbu 3 orang, Banjarmasin 18 orang, dan Banjarbaru 10 orang.


Pasien sembuh juga mengalami kenaikan yaitu sebanyak 48 orang. Pasien sembuh berasal dari karantina Banjar 12 orang, karantina Tabalong 3 orang, karantina Balangan dan Banjarbaru masing-masing 4 orang, dan karantina Banjarmasin 25 orang.
Pasien meninggal dilaporkan 4 orang. Pasien meninggal berasal dari Banjar 2 orang meninggal pada tanggal 18 dan 24 Juli, dan Banjarbaru 2 orang meninggal pada 11 dan 12 Agustus.


Secara keseluruhan kasus covid di Kalsel berjumlah 6.934 terdiri dari 2.309 dalam perawatan, 4.309 sembuh, dan 316 meninggal dunia. (mns/KPO-1)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya