Harus Ada Gerakan Donasi Kouta Internet untuk PJJ

Banjarmasin, KP – Sudah sekitar 6 bulan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) diterapkan di Kota Banjarmasin. Kebijakan proses pembelajaran kepada peserta didik ini untuk mengantisipasi agar ancaman penyebaran virus corona (Covid-19) tidak terus mewabah.

Bahkan dalam pelaksanaan PJJ, tiap sekolah menerapkan caranya masing-masing mulai dari belajar secara daring, hingga memberikan tugas kepada siswa. Namun, dapat disimpulkan sejauh berjalannya metode ini, sejumlah kendala kerap dihadapi.

Salah satu kendala yang dihadapi itu adalah, terkait pengalihan dan BOS untuk pembelian kouta internet baik untuk siswa maupun guru dalam pelaksanaan PJJ di sejumlah sekolah di Banjarmasin.

Menyikapi masalah hambatan prose pembelajaran di tengah masih ancaman wabah virus oorona ini, Ketua Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin Matnor Ali menyatakan keprihatinannya.

Menurut ketua komisi diantaranya membidangi pendidikan ini mengatakan, harus ada gerakan donasi telepon pintar untuk membantu kelancaran Pendidikkan Jarak Jauh (PJJ).

“Khususnya untuk membantu pembelian kouta internet peserta didik dari keluarga tidak mampu,” ujarnya kepada (KP), Selasa (25/8/2020).

Ia mengatakan, Pemko Banjarmasin dalam melaksanakan PJJ kiranya bisa mengambil contoh yang sudah dilaksanakan, Pemko Balikpapan Kaltim.

Dari kunker dilaksanajan Komi IV belum lama kata Matnor Ali. Pemko Balikpapan menggerakkan donasi telepon pintar bagi pengusaha dan masyarakat yang mampu, Termasuk juga dengan Aparatur Sipil Negara (ASN), dan anggota DPRD.

” Bahkan tidak itu saja, pemerintah kota di sana juga menghibahkan laptop yang nilai penyusutannya sudah habis atau sudah dihapuskan sebagai aset,” ujarnya.

Berita Lainnya
1 dari 1.439
Loading...

Dijemukajan, aset berupa laptop itu kemudian diserahkan ke dinas pendidikkan, dan selanjutnya oleh Dinas Pendidikan dibagikan ke sekolah-sekolah yang kemudian ke siswa yang sangat membutuhkan untuk digunakan dalam PJJ.

Matnor Ali menilai, apa yang sudah dilaksanakan Pemko Balikpapan itib kiranya bisa dicontoh Kota Banjarmasin dalam upaya mengatasi para siswa yang dari keluarga tidak mampu untuk mengikuti PJJ secara maksimal.

Lebih jauh Matnor Ali dari Fraksi Partai Golkar iniengakui, selama pandemi Covid- 19 masih mengancam, PJJ jadi pilihan terbaik untuk menjaga kesehatan dan keselamatan semua guru dan siswa agar tidak menambah parah warga yang terjangkit.

” Meski dalam proses pembelajaran seperti ini sangat bergantung pada fasilitas handphone jenis android dan layanan internet,” tandasnya.

Matnor Ali juga menyatakan dukungannya, jika layanan internet Pemko Banjarmasin memasang WiFi gratis di wilayah pemukiman padat penduduk.

Persoalanya sekarang lanjutnya, tidak semua siswa yang orang tuanya tidak mampu membelikan handpon androit, sehingga untuk mengatasi permasalahan ini perlu perhatian semua pihak.

“Kan harga ‘handphone’ itu ada yang harganya di bawah Rp1 juta, bahkan Rp600 saja, asal android kan, saya rasa kalau digerakkan untuk berdonasi membeli ‘handphone android’ bagi siswa tak mampu ini, banyak yang mau ikut menyumbang,” ucap Matnor Ali.

Menurut dia, komando menggerakkan ini bisa dilakukan pemerintah kota, sebab kondisi saat ini sedang darurat, di mana APBD tidak memungkinkan untuk penyediaan dalam menunjang jelancara PJJ tersebut.

“Sebenarnya tinggal di komando saja lagi, sebab di daerah kita ini banyak pengusaha, bahkan kita anggota dewan saya rasa semua setuju itu,” demikian kata Matnor Ali. (nid/K-3)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya