Ibnu: Politisi Tak Boleh Baper

Banjarmasin, KP – Walikota Banjarmasin Ibnu Sina angkat bicara menanggapi terkait dirinya tak lagi didukung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Pemilihan Walikota Pilkada 2020 ini.

Ibnu rupanya tak mempermasalahkan keputusan PKS yang merupakan partinya tersebut. Selain itu dia juga tak mempermasalahkan harus bersaing dengan Mushaffa Zakir yang sama-sama kader PKS.

“Ya kalau PKS tidak mendukung kami itu dinamika internal dan kami hargai walaupun saya tetap sebagai kader PKS. Kami tetap berkompetisi secara fair,” kata Ibnu di balai kota, Senin (17/08/2020).

Ia menilai hal tersebut justru menunjukkan berjalannya proses-proses demokrasi. “Pilihan-pilihan politik itu kan nanti diserahkan kepada masyarakat, saya kira ini malah menyehatkan demokrasi dan di sini lah diuji kedewasaan kita. Kalau harus berbeda itu hal yang biasa,” bebernya.

Ibnu pun juga mengatakan bahwa soal PKS memilih Mushaffa bukan dirinya tak akan membuatnya terbawa perasaan (Baper). “Politisi itu tak boleh baperan,” katanya.

Meski tak mendapat dukungan dari partai yang membesarkan namanya dan mengantarkannya duduk di Kursi Wali Kota Banjarmasin selama hampir lima tahun belakangan, Ibnu tetap bertekad bulat kembali maju mempertahankan kursi kepala daerah di lota seribu sungai.

Boleh saja Ibnu tetap optimis, pasalnya Ia bersama Calon Wakil Wali Kota pendampingnya, Arifin Noor juga sudah hampir dipastikan bisa mendaftar di KPU karena mengantongi dukungan dari dua partai politik lain.

Dimana Ibnu sebelumnya sudah menunjukkan SK Rekomendasi dari Partai Demokrat dan PKB yang jika digabungkan, maka sudah ada modal 10 kursi Parlemen Kota Banjarmasin yang lebih dari cukup sebagai syarat partai politik mengusung pasangan calon pada Pilwali Banjarmasin.

Ibnu juga menyatakan menyerahkan sepenuhnya nasib keanggotaannya sebagai kader PKS mengingat Ia sebagai kader PKS masuk dalam gerbong politik berbeda dan harus bersaing dengan pasangan calon yang diusung oleh PKS.

“Saya serahkan sepenuhnya kalau kami dianggap harus mundur dari PKS, ya kami tunggu saja suratnya kalau memang ada aturan itu. Tapi rasanya belum pernah di PKS,” kata Ibnu.

Sebelumnya, Habib Aboe Bakar dalam keterangan persnya di sela penyerahan SK dukungan PKS kepada Ananda – Mushaffa Zakir menyatakan bahwa, keputusan PKS untuk mendukung pasangan Ananda – Mushaffa sudah sesuai hasil kesepakatan DPP PKS.

Berita Lainnya

Covid Kalsel Sudah Lampaui 10 Ribu

1 dari 970
Loading...

“Kita dalam pencalonan sebut semua namanya. Termasuk Ibnu Sina. Terus berapa calon kami sebutkan nama-namanya. Hingga dalam prosesnya di pusat mengerucutkan nama-nama. Hari ini struktur partai mengamanahkan kepada kadernya Mushaffa,” ujarnya.

Selain Ibnu, Mushaffa Zakir yang saat ini juga merupakan anggota DPRD Banjarmasin dari fraksi PKS memang masuk dalam bursa salah satu pengusulan partai berlambang bulan sabit dan padi itu.

Lantas apa yang menjadi alasan PKS lebih memilih Mushaffa ketimbang petahana? Apakah Ibnu sudah tak dipercaya lagi oleh PKS? Atau ada kesalahan besar yang sudah dilakukan Ibnu? 

Habib Aboe Bakar enggan menjelaskan secara spesifik alasanya PKS berpaling dari Ibnu. Dia hanya menyatakan bahwa PKS ingin memberikan kesempatan kepada kader yang lain. 

“Tak ada alasan apa-apa. Insyaallah Ibnu orang baik. Tapi partai ingin berikan kesempatan ke yang lain,” bebernya.

Keputusan PKS memilih Ananda-Mushaffa, dipastikan Habib Aboe Bakar tak akan berdampak terhadap perpecahan di internal PKS sendiri. Meski begitu, potensi gesekan pribadi seperti sulit dihindari. Dia menyebutnya sedikit bawa perasaan (Bapar) kemungkinan bisa saja terjadi.

“Intinya PKS memberikan kesempatan kepada kadernya untuk maju. Tak akan ada perpecahan. Kalau soal baper-baper biasa lah,” ucapnya.

Menyinggung soal Ibnu telah mendaftar ke partai lain, sebut saja Demokrat dan PKB yang saat ini sudah menyatakan dukungannya. Hal itu tak dipermasalahkan PKS. Bahkan Habib Aboe Bakar mempersilakannya.

“Nggak papa, biar saja. Nggak masalah. Ketika dia ingin masuk kepada yang lain, ya silakan saja. Mungkin bermanfaat di partai lain anak PKS kita,” katanya.

Selain itu, terkait Ibnu maju menggunakan partai lain untuk maju di Pilwali 2020 tak akan mendapat sanksi dari PKS. Habib Aboe Bakar pun menyinggung bahwa PKS tak akan berbuat jahat Memberi sanksi apalagi memecat atau mengeluarkan.  

“Kita nggak bikin trif dia harus keluar, pemecatan. Itu nggak. Tapi struktur partai sudah menutup demikian, kami ingatkan bahwa PKS itu orang baik,” tukasnya.

Sebelumnya, desas-desus soal PKS tak lagi berpihak ke Ibnu memang sudah senter beredar. Bahkan, Ketua DPD PKS Banjarmasin, Hendra, secara tak langsung mengatakan bahwa PKS memang memilih Mushaffa.

“Indikasinya memang begitu. Ke ustadz Mushaffa. Tapi kita liat lagi nanti,” ujar Hendra. (sah/KPO-1)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya