Peziarah Makam Sultan Suriansyah Terpaksa Lewat Samping

Banjarmasin, KP – Spanduk bertuliskan ‘Makam Ini Ditutup Sementara Dalam Keadaan Status Quo’ masih terpampang di depan komplek pemakaman Sultan Suriansyah, Jalan Kuin Utara, Kamis (13/08/2020) siang.

Suasana di komplek pemakaman Raja Banjar pertama itu tampak lengang. Tak ada satupun peziarah yang datang. Pintu utama komplek pemakaman masih ditutup rapat. Pagarnya dililit rantai yang sudah karatan. 

Penutupan ini menyusul masih berlangsungnya konflik pengelolaan makam antara dua kubu yang sama-sama bersikukuh mengaku sebagai pengelola yang sah.

Di bagian samping pagar, persisnya sebelah kiri dari depan komplek pemakaman tampak dua orang warga sedang menanti kedatangan peziarah. Di situ juga terdapat karpet untuk duduk.

Mereka adalah Taufik dan Fajri. Sejak makam ditutup beberapa bulan lalu, dua warga ini berinisiatif untuk turun ke makam. Tujuannya tak lain untuk membantu para peziarah yang datang agar tak kebingungan.

“Ini atas inisiatif kami sendiri. Yang penting kami membantu orang yang ziarah, kami tak tau soal konflik,” ujar Taufik kepada Kalimantan Post.

Berita Lainnya

Metode pembelajaran Inovatif Kunci ABK

Guru dan Penulis Tanbu Apresiasi e-book iKalsel

1 dari 1.398
Loading...

Mereka berdua memiliki tugas masing-masing. Jika Taufik bertugas mengarahkan peziarah yang datang untuk menguji lokasi yang ada di samping itu, sedang Fajri bertugas membaca doa selamat jika diperlukan.

“Kalau yang datang, kami arahkan ke samping. Kan ada tulisan status quo itu di depan. Kadang nggak enak kalau dibaca orang lain,” jelas Fajri.

Sesekali mereka juga masuk ke dalam komplek pemakaman, untuk meletakkan kembang rampai di makam Sultan Suriansyah yang sengaja dibawa oleh peziarah. 

“Kasihan kan hajat orang tak kesampaian. Karena mereka tak bisa masuk. Jadi kami yang kadang meletakkannya ke dalam,” ucap Taufik.

Kendati demikian, dua warga ini mengaku tak mau ikut campur ihwal konflik pengelolaan yang saat ini terjadi. Yang pasti mereka berada di sana hanya sekedar untuk membantu peziarah yang datang.

“Saya nggak komen soal konflik, nanti malah salah. Yang penting kami membantu peziarah. Sekalian bersih-bersih juga kasihan kalau dibiarkan,” tukas Taufik. (sah/K-3)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya