Rangkul Ratusan Pengrajin Jahit, Pemko Bakal Bagikan 30 Ribu Masker Kain

Banjarmasin, KP – Pemko Banjarmasin bakal membagikan masker kain secara besar-besaran dalam waktu dekat. Masker ini rencananya didistribusikan melalui 52 kelurahan. Untuk selanjutnya dibagikan ke warga kota.

Masker non medis yang bakal dibagikan ini pun tak sedikit. Jumlahnya mencapai 30 ribu lembar. Puluhan ribu masker kain ini tercipta dari tangan-tangan terampil para penjahit lokal yang sengaja dirangkul Pemko dari bermacam-macam kelompok penjahit.

Sebut saja, dari Kampung KB, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Wira Usaha Baru (WUB) dari Dinas Koperasi dan UKM, Kelompok Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) dan Kelompok Menjahit Difabel Rumah Kreatif.

“Totalnya ada 52 kelompok, yang berada di 52 kelurahan. Dari kelompok itu ada 156 orang penjahit berpartisipasi,” ujar Walikota Banjarmasin Ibnu Sina, usai menerima masker dari perwakilan pengrajin di rumah dinas, Sebut, (08/08/2020).

Dari keterangan para pengrajin di sela penyerahan bahwa, pembuatan 30 ribu masker kain itu hanya memakan waktu satu bulan. Sebab, satu orang pengrajin bisa membuat masker sebanyak 50 lembar masker per hari.

Ibnu pun mengapresiasi atas kontribusi para pengrajin ini. Berkat usaha keras mereka upaya untuk mendorong terlaksananya adaptasi kebiasaan hidup baru di masa pagebluk dengan menerapkan protokol kesehatan CoVID-19 bisa dilaksanakan.

“Ini dalam rangka adaptasi kebiasaan baru, juga disiplin protokol kesehatan di masa pandemi ini. Diharapkan warga bisa mengenakan masker saat keluar rumah,” imbuh Ibnu.

Di sisi lain, program pembuatan masker dengan merangkul para pengrajin ini juga sebagai upaya Pemko guna membantu mendongkrak perekonomian mereka yang saat ini juga terpukul akibat pagebluk.

Berita Lainnya
1 dari 1.428
Loading...

“Jadi program ini betul-betul pemberdayaan masyarakat, dan sekaligus juga dengan memesan masker darí para penjahit ini otomasi juga meningkatkan pendapatan bagi mereka,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, para pengrajin juga menyempatkan diri untuk menyampaikan aspirasi. Mereka memiliki harapan besar Pemko bisa membantu dari sisi permodalan, serta terus memberikan peluang usaha.

Sederhananya, kondisi ekonomi yang saat ini belum stabil membuat mereka khawatir usaha mereka tak mampu bertahan.

Menanggapi hal ini, Ibnu pun memberikan berbagai solusi. Diantaranya pemulihan ekonomi, dimana para usaha kecil diberikan suntikan dana segar yang dikerjasamakan dengan pihak ketiga. 

“Jadi ada beberapa sekma sebetulnya, bantuan bagi UKM dalam bentuk recovery economic (pemulihan ekonomi) itu bantuan Rp 2,5 juta per usaha. Dan itu dikerjakan dengan perbankan penyalurannya,” jelasnya.

Selain itu, Pemko juga memiliki program yang sebetulnya sudah lama dicanangkan, yang saat ini sudah mulai dijalankan. Program ini diberi nama ‘Bahuma’  akronim dari Bausaha Tanpa Bunga.

“Ini juga dalam bentuk bantuan modal. Dimana mereka diberikan bantuan antara Rp2,5 – Rp 5 juta dan dalam satu tahun dia harus mengembalikan tanpa bunga. Ini seleksi mulai jalan. Karena kita punya dana di Dinas Koperasi itu yang bisa dimanfaatkan untuk permodalan,” bebernya.

Sedangkan syarat untuk mendapatkan permodalan ini, para usaha kecil atau pengrajin harus terdata terlebih dahulu sebagai Wira Usaha Baru (WUB) atau Lama (WUL) yang berada di bawah binaan tujuh SKPD di lingkungan Pemko.

“Nanti di anggaran perubahan dikerjasamakan dengan bank Kalsel. Dengan syarat mereka harus terdata sebagai WUB dan WUL,” tukasnya. (sah/KPO-1)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya