Tujuh Belasan di Balai Kota Digelar Sederhana

Banjarmasin, KP – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke – 75 jatuh pada hari ini, 17 Agustus 2020. Sesuai instruksi Pemerintah Pusat upacara detik-detik kemerdekaan dilaksanakan secara sederhana. Dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan CoVID-19.

Sama halnya upacara pengibaran bendera merah-putih di Balai Kota Banjarmasin juga dilaksanakan demikian. Jika bisanya upacara dilakukan di panggung depan balai kota, kali ini hanya di lobi. 

Kemudian tak ada formasi khusus dari Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra). Sesuai instruksi pusat yang menaikkan bendera hanya bertiga. Tak hanya itu, baki bendera pun hanya diserahkan dari samping.

Di upacara pengibaran bendera di 17 Agustus 2020 yang bertugas membawa baki adalah Qurataayun Hidayah. Dia adalah juga pembawa baki di 2019 lalu. 

“Iya, tahun ini agak berbeda. Saya bertugas membawa Bagio lagi. Tapi tak seperti tahun 2019 kemarin. Hanya membawa dari samping. Tapi tetap saya ikut latihan selama satu bulan,” ujar Siswa SMPN 7 Kelas XII ini kepada Kalimantan Post usai gladi bersih, Jumat (14/08/2020).

Teknis upacara peringatan hari kemerdekaan tahun ini memang sangat beda dari tahun sebelumnya-sebelnya. Tak hanya terlihat pengibaran bendera, tapi juga rangkaian lainnya dibatasi. Upacara kali ini dilakukan secara sederhana namun tetap diusahakan tetap berjalan hikmat.

Berita Lainnya
1 dari 1.423
Loading...

“Tak ada taptu, renungan suci, atau ziarah ke makam pahlawan. Setelah upacara ramah tamah bersama veteran, dan menyaksikan upacara di Jakarta secara virtual,” kata Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina.

Ibnu mengakui, karena pelaksanaan berbeda seri tahun-tahun sebelumnya sehingga memang perlu sedikit adaptasi terhadap tempat kegiatan. Kendati demikian menurutnya hal itu tak menjadi masalah.

Kemudian menyinggung soal persiapan yang dilakukan Pemko sendiri. Berbagi tahapan telah dilakukan dari persiapan dekorasi balai kota, hingga gladi bersih dan kotor sudah dilaksanakan. 

Selain itu, untuk kepala SKPD bersama pendamping yang berhadir di upacara dibagi dua. Dua puluh SKPD di sesi penaikan bendera, dan dua puluh lagi di sesi penurunan. Kemudian untuk camat dan lurah diperiksakan melaksanakan di kantor masing-masing.

“Karena pelaksanaan di balai kota disiarkan secara virtual. Juga untuk pelaksanaan di balai kota sudah siap. Sudah dilakukan gladi bersih dan geladi kotornya,” jelas orang nomor satu di Banjarmasin itu.

Lebih lanjut, Pemko juga sudah mengeluarkan surat imbaun untuk warga kota. Dimana ada beberapa poin aturan yang dituangkan di sana. 

Diantaranya bagi warga diminta untuk menghentikan aktivitas selama tiga menit tepat pukul 10.00 WITA. Akan tetapi ini tak berlaku jika hal itu membahayakan.

Juga warga diminta membunyikan sirine. Kemudian untuk perlombaan tujuh belasan di masyarakat untuk tahun ini ditiadakan terlebih dahulu. Tujuannya tak lain untuk menghindari adanya potensi penularan CoVID-19. (sah/KPO-1)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya