Bang Dhin Geram, Ada Pungli di Objek Wisata Tanbu

Banjarmasin, KP – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan (DPRD Kalsel), M Syaripuddin mengaku geram ketika mengetahui adanya praktek pungutan liar (pungli) di salah satu objek pariwisata di Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu), Kalimantan Selatan.

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang merupakan wakil rakyat asal Bumi Bersujud itu mengetahui praktek pungli tersebut saat mendapat laporan dari wisatawan yang berkunjung ke Pantai Rindu Alam, Kecanatan Kusan Hilir, Kabupaten Tanbu, mereka harus mengeluarkan uang untuk retribusi yang tidak jelas.

“Di tengah upaya pengembangan pariwisata, saya geram dengan adanya pungli di salah satu objek wisata. Ini harus ditindak tegas,” ungkapnya pada awak media, Kamis (24/09) pagi.

Menurutnya, hal tersebut sudah melukai upaya pemerintah yang selama ini sudah berusaha keras memajukan sektor pariwisata, terutama yang dimiliki oleh Kabupaten Tanah Bumbu.

Berita Lainnya
1 dari 1.610

“Tanah Bumbu adalah salah satu daerah di Kalsel yang punya begitu banyak keindahan alam. Pesonanya begitu indah dari pegunungan hingga pesisir pantai, sehingga perbuatan tersebut sangat tidak dibenarkan,” jelasnya.

Pria dengan sapaan Bang Dhin itu mengingatkan, bahwa para pelancong yang ingin berwisata tersebut adalah untuk menghilangkan penat, penyegaran pikiran dan bersenang-senang. Artinya, objek wisata harus menghadirkan semua kenyamanan dalam bentuk keindahan alam, pelayanan maksimal dan kesan manis.

“Ini menjadi PR kita bersama. Pemerintah, legislatif dan masyarakat harus sama-sama menghadirkan objek wisata yang berprinsip pada Sapta Pesona. Yaitu, aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah dan kenangan,” jelas pria yang juga menjabat sebagai Ketua Federasi Mountaineering Indonesia (FMI) Kalsel itu.

Selain itu, Bang Dhin menjelaskan, dalam konsep pengembangan pariwisata dikenal istilah 3A. Yakni, atraksi atau daya tarik, amenitas (fasilitas) dan aksesibilitas (akses).

“Aksesibilitas ini sangat penting. Ketika wisatawan dihadapkan dengan retribusi yang tidak jelas, maka ini menjadi kesan dan kenangan buruk bagi mereka,” pungkasnya.(Zak/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya