Disdik Tak Mau Ambil Resiko, PJJ Hingga Akhir Tahun

Dinas Pendidikan tak mau mengambil resiko dan pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) alias belajar online dari rumah untuk para siswa masih terus dilakukan hingga akhir tahun

BANJARMAISN, KP – Penetapan kelurahan sebagai  zona hijau CoVID-19 terus bertambah. Jumlahnya sudah mencapai 38 kelurahan. Dinas Kesehatan mengklaim kondisi Banjarmasin terus membaik dari paparan CoVID-19.

Kendati demikian, Dinas Pendidikan tak mau mengambil resiko. Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) alias belajar online dari rumah untuk para siswa masih terus dilakukan hingga akhir tahun.

“Jadi kesimpulannya belum ada skenario untuk tatap muka hingga akhirnya semester di Desember,” ujar Kepala Disdik Banjarmasin, Totok Agus Daryanto saat ditemui di balaikota, Jumat (11/09/2020).

Keputusan menahan belajar secara tatap muka ini juga keputusan hasil pertemuan Disdik kota dan Provinsi. Serta menindaklanjuti surat edaran dari Gubernur Kalsel dan Walikota Banjarmasin yang mengimbau agar sekolah tetap ditutup hingga akhir semester.

“Ada surat edaran dari pak Gubernur bahwa seluruh sekolah itu diminta menunda tatap muka sampai akhir semester. Jadi hampir sama dengan surat edaran pak Walikota,” ujarnya.

Berita Lainnya

Metode pembelajaran Inovatif Kunci ABK

Guru dan Penulis Tanbu Apresiasi e-book iKalsel

1 dari 1.398
Loading...

Selain itu lanjut Totok, pertimbangan lain juga terkait komitmen penerapan protokol kesehatan secara ketat ketika belajar tatap muka di sekolah itu dilakukan. 

Mengingat, meski ada surat dari Kementrian yang memperbolehkan dibukanya sekolah di wilayah yang ditetapkan sebagai zona kuning dan hijau, namun pembukaan sekolah tak bisa langsung dilakukan secara serentak.

“Diperbolehkan dengan catatan harus menerapkan protokol kesehatan yang kuat. Dan dimulai dari tingakat SMA. Jadi tak serta-merta bersamaan. Setelah SMA baru menyusul SMP, SD dan TK,” beber Totok.

Artinya dengan kata lain, katik Disdik Provinsi masih belum membuka untuk SMA, maka Disdik kota yang menangani untuk SMP, SD, dan TK tak mungkin bisa melaksanakannya lebih dulu.

Lebih lanjut, melihat kondisi saat ini memang ada kemungkinan pembelajaran tatap muka bisa dimulai di awal tahun depan. 

“Di Januari kita lihat nanti. Kalau dilihat ini kan mulai membaik. Kita lihat dulu di Oktober November, kalau susah 100 persen. Tapi kalau saat ini kelihatannya pergerakan masih ada,” tukasnya. (sah/K-3)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya