Siasati Sepi Pembeli dengan Promosi di Medsos dan ‘Menjaga’ Pelanggan

Banjarmasin, KP – Dampak pandemi Covid-19, tak menyebabkan omzet semua pedagang konveksi grosiran maupun eceran turun drastis dalam waktu yang panjang.

Meski ada penurunan, namun tak berlangsung lama. Hanya pada awal-awal wabah Covid-19 mulai merebak di ibu kota Provinsi Kalimatan Selatan ini, beberapa bulan lalu.

Pedagang menyiasatinya dengan memanfaatkan sejumlah aplikasi media sosial (medsos) untuk memasarkan dan mempromosikan barang-barang dagangannya.
Memasarkan secara online, seakan menjadi solusi mengatasi sepinya pembeli yang datang ke toko.

Seperti diungkapkan Nur Amalina, salah seorang pedagang busana hijab syar’i dan gamis di lantai II Pasar Sudimampir Baru, Banjarmasin, Senin (14/9/2020) kemarin.

“Saat ini, pembeli yang datang langsung ke toko memang agak sepi. Tapi, saya memanfaatkan aplikasi WA (WhatsApp – red) untuk memasarkan dagangan saya,” tutur Amel, sapaan pemilik toko Citra Busana ini.

Apalagi, tambah Amel, beberapa bulan yang lalu saat diberlakukan PSBB, dimana toko-toko hanya diperbolehkan buka hingga jam 14.00 wita saja. Ia semakin rajin untuk mempromosikan dagangannya di media sosial.

“Setiap ada model baru, saya selalu posting di status WA. Jadi, pelanggan tetap dapat mengetahui dan melihat meski tanpa datang ke toko,” terang Amel, yang mengaku memiliki beberapa pelanggan setia di kontak WA-nya.

Berita Lainnya
1 dari 457
Loading...

Hijab syar’i dan gamis di tokonya, tutur Amel, ia datangkan dari Jakarta. Harganya bervariasi, tergantung jenis kain dan modelnya.

“Untuk yang polosan harganya berkisar antara Rp150.000 sampai Rp300.000. Sementara, yang memakai bordir harganya sekitar Rp230.000 hingga Rp300.000. Modelnya cantik-cantik, harganya pun masih terjangkau. Kami juga melayani partai dan eceran,” jelasnya, setengah berpromosi.

Hal yang sama dikatakan Faisal, pedagang konveksi grosiran di Pasar Atom Kilat, jalan Simpang Sudimampir, Banjarmasin. Menurutnya, di awal-awal wabah Corona, angka penjualan tokonya terjun bebas hingga lebih 98 persen.

“Omzet kami turun drastis saat wabah Corona mulai masuk Banjarmasin. Kalau tidak salah, saat bulan Ramadhan 2020 lalu. Biasanya, saat normal, omzet kami antara Rp20 juta sampai Rp25 juta perhari. Tapi, begitu heboh wabah Corona, penghasilan kotor kami hanya sekitar Rp300 ribu – Rp500 ribu perhari,” ujar Faisal, yang menjual partaian pakaian wanita.

Untungnya, lanjutnya lagi, kondisi itu tak berlangsung lama, hanya sekitar satu bulanan saja. Pembeli yang menjadi langganan tetapnya kembali melakukan order seperti biasanya.

Kiatnya, Ia selalu memberi informasi jika ada produk-produk terbaru yang lagi up to date atau jenis pakaian yang sedang ngetrend. Jadi, komunikasi dengan pelanggan dan konsumen sangat penting dan harus tetap dijaga.

“Alhamdulillah, di tengah pandemi Covid-19, pelanggan kami tetap melakukan order barang. Sehingga perputaran barang kembali berjalan normal.
Menjaga hubungan baik dengan pelanggan sangat penting bagi pedagang seperti kami,” imbuh Faisal, yang pelanggannya tersebar hingga ke Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. (opq/KPO-1)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya