Stok Darah di PMI Banjarmasin Menipis, Paman Birin Turut Mendonor

BANJARMASIN, KP – Situasi cukup sulit dialami Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banjarmasin saat ini. Ketersediaan darah di PMI Banjarmasin kembali menipis.
Untuk memenuhi kekurangan stok, tak henti-henti PMI Banjarmasin mengajak warga agar mau mendonorkan darahnya.

Rupanya, hal itu menggugah hati Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) H Sahbirin Noor untuk mendonorkan darahnya, usai menghadiri kegiatan kajian rutin keagamaan dan aksi donor darah yang di gelar Kerukunan Keluarga Bakumpai bekerjasama dengan PMI Kota Banjarmasin, Sabtu (12/9).

“Tadi dokter Aulia mengatakan banyak permintaan darah golongan O. Nah, kebetulan darah saya O, jadi langsung ikut mendonor. Semoga, ini bisa bermanfaat bagi pasien, dan saya juga mendoakan agar pasien yang sakit cepat sembuh,” kata Paman Birin, sapaan akrab Gubernur Kalsel.

Ia juga mengimbau, agar masyarakat tidak takut mendonorkan darah, karena banyak manfaatnya. Di samping berguna bagi diri sendiri, juga akan membantu orang lain.

“Hari ini, jangan takut untuk donor darah. Karena, justru dengan mendonor, darah kita akan tambah muda lagi, dan InsyaAllah kita semakin sehat. Sementara, bagi orang lain yang menerima tentu akan bermanfaat sekali,” nya.

Sepinya pendonor darah disebabkan karena pandemi Covid-19 yang hingga saat ini tak kunjung reda, dimana banyak kegiatan kerjasama donor darah dengan berbagai instansi, lembaga atau perusahaan dibatalkan.

Selain itu, imbauan pemerintah untuk menghindari kerumunan orang banyak dan menjaga jarak fisik, juga menjadi alasan pendonor malas untuk keluar rumah.

Berita Lainnya

Tangani Pandemi Jadi Fokus Program Haris-Ilham

1 dari 969
Loading...

Hal tersebut diungkapkan Kepala Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Banjarmasin, dr Aulia Ramadhan Supit di sela kegiatan kajian rutin keagamaan KKB, di Sekretariat Bersama DPD Partai Golkar Kota Banjarmasin – KKB Pusat, Jalan Perdagangan Komplek HKSN Blok D No 08 RT 28 Kelurahan Alalak Utara Banjarmasin.

“Kita mengharapkan semua pihak ataupun instansi bisa membantu kekurangan stok darah di PMI. Seperti kegiatan hari ini, adanya kajian rutin keagamaan KKB yang dirangkai dengan aksi donor darah yang bekerjasama dengan PMI,” ujar Aulia.

Menurutnya, dalam sehari PMI Kota Banjarmasin mesti menyediakan minimal 50-100 kantong darah untuk memenuhi kebutuhan darah dari beberapa rumah sakit di Banjarmasin. “Terlebih, dalam kondisi pandemi Covid-19 seperti saat ini, ketersediaan stok darah dan permintaan tak lagi seimbang. Kita kekurangan stok darah,” terang Aulia, yang pernah menjadi anggota DPRD Kota Banjarmasin periode 2014 – 2019 ini.

Ia mengharapkan aksi donor darah hari ini dapat mengumpulkan hingga 50 kantong darah, agar ada persediaan stok darah jika ada permintaan besok hari.

“Aksi donor darah hari ini paling tidak dapat 50 kantong. Semoga, target itu bisa dicapai untuk menambah persediaan darah kita,” harap Aulia.

Aulia menambahkan, bahwa hari ini pihaknya sudah mendistribusikan 75 kantong darah untuk RSUD Ulin Banjarmasin, dan 30 kantong darah untuk memenuhi kebutuhan darah di rumah sakit Idaman Banjarbaru.

“Alhamdulillah, kita bisa memenuhinya. Intinya, kita tetap membantu mencarikan stok darah seandainya ada permintaan darah dari luar wilayah Banjarmasin,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Umum Kerukunan Keluarga Bakumpai (KKB) Pusat, Yuni Abdi Nur Sulaiman menuturkan, kajian keagamaan KKB ini rutin dilaksanakan setiap bulannya. Termasuk aksi donor darah, sudah kesekian kali digelar bekerjasama dengan PMI Kota Banjarmasin.

“Alhamdulillah, hari ini kajian keislaman rutin KKB kembali digelar pasca pemberlakuan PSBB di Banjarmasin beberapa waktu lalu. Begitu pula aksi donor darah berjalan lancar. Mudah-mudahan kantong-kantong darah yang terkumpul hari ini bisa menjadi tambahan ketersediaan darah di UDD PMI Banjarmasin,” imbuh Ketua DPD Partai Golkar ini. (opq/KPO-1)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya